Rabu, 04 Juli 2018

Penataan Trotoar Asian Games Jakarta Amburadul

Ist.
Beritabatavia.com -
Jakarta terus berbenah mempercantik kota menjelang Asian Games, salah satunya penataan pedesterian. Sayangnya, penataan pedesterian baru masih amburadul padahal pagelaran Asian Games tinggal menghitung hari.

Terbukti, hingga kini masih tahap pengerjaan pedesterian, sehngga membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan. Berdasarkan pantauan, uji coba ganjil genap Sudirman-Thamrin masih terhambat proyek pembangunan, salah satunya penataan pedesterian atau trotoar yang juga dikebut sebagai fasilitas pendukung Asian Games. Kecepatan kendaraan saat memasuki ruas penataaan pedesterian hanya sekitar 10 kilometer per jam saat waktu sibuk.

Penataan trotoar di sepanjang Sudirman-Thamrin itu baru memasuki pengelupasan lapisan aspal dan pemasangan rangka pondasi besi lapisan bawah trotoar. Bahkan, ada yang baru dipasangi beton drainase bawah trotoar.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, efektiviats uji coba ganjil genap masih terkendala banyaknya proyek infrastruktur. Khususnya di koridor Sudirman-Thamrin. Namun, dia optimistis bila saat implementasi ganjil genap diberlakukan 1 Agustus mendatang, semua proyek khususnya trotoar sudah dirapikan.

“Jadi uji coba ini merupakan sosialisasi sambil menunggu seluruh persiapan infrastruktur pendukung yang masih dalam pengerjaan. Targetnya kan 22 Juli 2018 sudah rapi,” kata Andri Yansyah saat dihubungi pada Selasa, 3 Juli 2018 kemarin.

Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta, Gamal Sinurat mengakui masih banyak pengerjaan trotoar di koridor Asian Games yang harus selesai sesuai target 22 Juli mendatang. Dia mempredikasi kemungkinan pada saat perhelatan Asian Games dimulai, pengerjaan masih ada, tapi dalam tahap finishing.

“Ya kalau memang tidak terkejar 22 Juli, paling tinggal finishing saja,” ujarnya. Penataan trotoar Sudirman-Thamrin dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni PT Mitra Panca Persada (MPP), PT Mass Rapid Transportation (MRT) Jakarta dan PT Kepland.

Dana senilai Rp500 miliar dihimpun dari ketiganya melalui kewajiban pengembang, salah satunya yakni sisa dana pembangunan Simpang Susun Semanggi (SSS) yang juga merupakan dari Koefensi Lantai Bangunan (KLB).

PT MRT Jakarta sendiri mulai merapikan trotoar bekas pengerjaan pembangunan MRT sejak 24 Juni hingga 7 Juli mendatang. Total panjang trotoar yang menjadi tanggungjawab MRT sepanjang 1,2 Km terputus-putus hanya di sekitar area lima stasiun MRT.

“Kami hanya bertanggung jawab membangun sekitar 1,2 km dari total sekitar 6 Km total jalan yang dilalui MRT,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. 0 DAY








Berita Terpopuler