Rabu, 04 Juli 2018

Presiden Jokowi Ajak Presiden World Bank Blusukan

Ist.
Beritabatavia.com -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018). Pertemuan ini dilakukan untuk memerangi stunting atau kekerdilan anak-anak di Indonesia.

Usai melakukan pembicaraan di Istana Bogor, Jokowi pun mengajak Presiden Jim blusukan meninjau salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam memerangi stunting, dengan meninjau Posyandu dan PAUD di SDN 1  Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Saat blusukan, Kim berinteraksi dengan para kader Posyandu Kenanga Desa Tangkil. Dia mencoba menu posyandu, hingga melihat aktivas pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan, Kim menyempatkan diri mencicipi snack, yang disediakan bagi anak-anak stunting. Selain snack yang penuh dengan gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak stunting, juga disediakan bubur kacang hijau. Juga ikut membagikan buku yang biasa dibagikan Jokowi.

"Saya ingin menunjukkan langsung terkait program pengurangan kekerdilan atau stunting yang telah kita lakukan dengan pemberian makanan tambahan dengan kampanye-kampanye lewat Posyandu yang kita harapkan nanti ini bisa betul-betul mengurangi stunting di negara kita, tidak hanya di Kabupaten Bogor tapi juga di provinsi yang lain," kata Jokowi saat konferensi pers.

Jokowi pun mengungkapkan dengan pengalaman World Bank Group di negara-negara lain, lembaga dunia ini dapat berdiskusi dengan Indonesia untuk mencari terobosan menekan kekerdilan dini tersebut.

"Kenapa Presiden Bank Dunia saya ajak, karena mereka punya pengalaman panjang di negara lain. Ini bisa kita diskusikan, mengenai penggunaan teknologi, melibatkan sektor swasta, kemudian melibatkan ormas, yang dengan cara itu, kita harapkan pengurangan stunting bisa kita percepat," tambah Jokowi.

Menurut dia, Bank Dunia berpengalaman dalam membantu menangani stunting di berbagai negara lain. Karena itu, Jokowi mengajak Presiden Jim untuk turut serta meninjau program pemerintah tersebut. "Kita harapkan nanti ini bisa kita diskusikan bersama dengan Bank Dunia," tambahnya.

"Dalam pertemuan ini juga dibahas penggunaan teknologi serta pelibatan sektor swasta dan pemberdayaan ormas keagamaan untuk menangani stunting. Dengan cara itu kita harapkan pengurangan stunting ini bisa lebih dipercepat lagi," papar kepala negara.

Sementara Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengapresiasi langkah Presiden Jokowi mengatasi stunting. Menurutnya, masalah gizi buruk  banyak terjadi di negara berkembang, dan memang sangat genting. "Kalau tidak diatasi sedari dini, anak anak ini tidak bisa berkontribusi bagi pembangunan negara," katanya.

Kim juga menyebut tak banyak negara berhasil mengatasi stunting, karena perlu komitmen politik yang kuat dari pemimpin. "Indonesia, di bawah Presiden Jokowi, menjadi negara berkembang terbesar yang memiliki komitmen tersebut," tambahnya sambil menambahkan terkait masalah stunting, World Bank akan menyalurkan pinjaman total senilai US$650 juta untuk mengatasi masalah ini di Indonesia. 0 CNN