Jumat, 06 Juli 2018

Cegah Teroris, Optimalkan FKPT

Ist.
Beritabatavia.com - Bom kembali meledak di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis 5 Juli 2018. Pemilik empat bom yang meledak bernama Anwar asal Aceh yang bersama keluarganya mengontrak rumah milik warga setempat sejak dua tahun yang lalu.

Setara Institute menilai, kasus bom yang terjadi di Pasuruan tersebut menunjukkan, bahwa, ancaman teror selalu mengintai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita.

“Oleh karena itu aparat keamanan dan seluruh elemen warga harus selalu meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi dan mengidentifikasi setiap potensi terror,” kata Ketua Setara Institute, Hendardi dalam siaran persnya, Jumat (6/7).

Menurutnya, ledakan bom teroris di kontrakannya tersebut juga mengindikasikan bahwa jaringan dan sel-sel teroris belakangan ini memelihara eksistensi diri mereka melalui kamuflase dengan cara tinggal sedekat mungkin dengan masyarakat. Dalam situasi demikian, peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya deteksi dini terorisme, menjadi sebuah keniscayaan.

Hendardi mengingatkan, kelompok-kelompok masyarakat hingga di unit terkecil di tingkat rukun tetangga, bahkan dasawisma, harus memiliki ketahanan sosial untuk melawan infiltrasi ideologi teror dan mempunyai sensitivitas sosial untuk mengidentifikasi. Serta melakukan pencegahan awal terhadap eksistensi terorisme, pelaku, dan jaringannya.

Di samping itu, Hendardi melanjutkan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus mengoptimalkan kerja-kerja fungsional Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang dibentuk oleh BNPT di tingkat provinsi. Fungsi-fungsi komunikasi lintas sektoral FKPT harus ditingkatkan untuk mengenali sejak dini indikasi terorisme dan jaringan teror.

Dalam kerangka itu, Setara Institute merekomendasikan agar lembaga ketahanan masyarakat desa (LKMD) di unit-unit kemasyarakatan terkecil, seperti desa/kelurahan bahkan RT/RW, direvitalisasi dengan meningkatkan partisipasi dan kapasitas deteksi dini terorisme. Di samping itu, pemerintah juga hendaknya memperluas kerja-kerja pencegahan terorisme yang mengakomodasi partisipasi masyarakat melalui ekstensifikasi pelembagaan FKPT hingga tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. O son