Sabtu, 07 Juli 2018

Seminggu, 490 Motor Ditilang Lintasi JLNT Casablanca

Ist.
Beritabatavia.com -
Tingkat kesadaran pengendara sepeda motor untuk mematuhi aturan lalu lintas masih rendah. Hal ini terlihat dari pelanggaran yang hampir setiap hari terjadi di  Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau JLNT Casablanca. Meski sudah ada larangan melintas bagi kendaraan roda dua melintas, nyatanya ratusan pengendara sepeda motor ditindak karena tetap membandel melintas.

Umumnya, pelanggar nekat masuk ke JLNT Casablanca beralasan hindari kemacetan dikawasan Casablanca  yang bisa sampai mengular pada saat jam tertentu. Padahal, dilarangnya motor melintas di JLNT Casablanca bukan tanpa alasan.

Sebab, selain panjang yang mencapai kurang lebih tiga kilo meter dan tinggi mencapai belasan meter tentu akan membahayakan para pengendara sepeda motor, karena dengan kondisi angin yang sangat kencang bisa mengakibatkan kecelakaan yang berakibat fatal.

Meski sering dilakukan penindakan namun para pelanggar seperti tidak ada kapoknya, pelanggar selalu mencari kelengahan petugas kepolisian saat tidak berjaga di awal JLNT Casablancayang. Selain karena macet dijalan arteri mereka selalu beralasan terburu-buru hendak kerja.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Dirlantas) Kombes Pol Yusuf mengatakan kecenderungan pelanggaran terjadi ketika tidak ada petugas yang menjaga di akses masuk JLNT Casablanca.

“Jadi kemaren kan sudah kita tindak, itu banyak itu. Tapi nanti saya akan evaluasi saya itu. Kemaren hasil evaluasi emang harus ditindak, banyak yang ditindak tapi masih terjadi. Jadi kecenderungan bahwa mereka melakukan pelanggaran kalau tidak ada petugas,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/7/2018).

Guna mengantisipasi pelangaran tidak terulang Ditlantas Polda metro Jaya akan menyiagakan personelnya baik di kases masuk atau keluar JLNT Casablanca. Penindakan dengan tilang akan langsung diterapkan kepada pengendara yang tetap nekat tersebut.

“Ditindak dong, sudah diimbau, ditindak dong. Tapi mungkin untuk antisipasi awal di tempat masuk yang penting ada polisi aja disitu. Di pintu masuk dan keluar,” imbuhnya.

Sementara itu  Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budianto menerangkan dalam satu pekan, terhitung dari 30 Juni 2018 hingga 6 Juli 2018 pihaknya telah menindak 490 pemotor yang melintas JLNT Casablanca. “Penindakan di JLNT Casablanca selama satu minggu berjumlah 490 kendaraan,” ujarnya.

Budiyanto menambahkan dari 490 kendaraan yang ditilang petugas menyita 336 surat izin mengemudi (SIM) dan 154 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Salah satu penyebab pengendara nekat masuk jalur terlarang itu justru karena pembangunan infrastruktur sehingga jalan untuk roda dua berkurang dan bertambahnya volume kendaraan di DKI Jakarta. “ini salah satu imbas dari pembangunan infrastruktur yang ada di DKI sehingga imbasnya masyarakat mau jalan pintas untuk menuju ke tempat tugasnya kemudian dia melawan arus itu banyak dilakukan oleh masyarakat yang tidak disiplin,” paparnya. 0 PKC