Minggu, 08 Juli 2018

Iran Tuding Trump Hina OPEC

Ist.
Beritabatavia.com - Menteri perminyakan Iran menuduh Presiden AS Donald Trump menghina OPEC. Alasannya dengan memerintahkannya untuk meningkatkan produksi dan mengurangi harga, menambahkan produksi minyak Iran dan ekspor tidak berubah sebagai akibat dari tekanan AS.

Trump menuduh pada hari Rabu (3/7/2018) Organisasi Negara Pengekspor Minyak mendorong harga bahan bakar lebih tinggi, dan mendesak sekutu AS seperti Arab Saudi untuk memompa lebih banyak jika mereka ingin Washington untuk terus melindungi mereka terhadap musuh utama mereka, Iran.

"Mr Trump mengirimkan setiap hari pesan baru yang menciptakan ketidakpastian di pasar," kata Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Sabtu (7/7/2018) seperti mengutip cnbc.com.

"Perintah Trump kepada anggota OPEC untuk meningkatkan produksi merupakan penghinaan besar bagi pemerintah dan negara-negara itu, dan membuat pasar tidak stabil."

Zanganeh mengatakan produksi dan ekspor minyak Iran tidak berubah sebagai akibat dari tekanan AS. Iran, produsen terbesar ketiga OPEC, sedang menghadapi sanksi AS atas ekspor minyaknya yang mendorong beberapa pembeli untuk memangkas pembelian.

Amerika Serikat pada Mei mengatakan pihaknya berjalan menjauh dari kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran, dan mengatakan akan memberlakukan sanksi baru terhadap sektor energi Iran.

Korea Selatan menghentikan pengiriman minyak Iran pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam enam tahun di tengah tekanan AS. Iran telah mengancam akan memblokir ekspor minyak melalui jalur perairan Teluk sebagai pembalasan atas upaya AS untuk mengurangi penjualan minyak Iran ke nol. 0 DAY