Minggu, 08 Juli 2018

Kanada Dilanda Gelombang Panas, 33 Orang Tewas

Ist.
Beritabatavia.com -
Sedikitnya 33 orang tewas dalam gelombang panas yang telah membakar bagian selatan provinsi Kanada Quebec, pejabat setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan. Cuaca yang sangat panas mulai hari Jumat lalu dengan suhu mencapai 35C (95F) dan kelembaban tinggi. Jumlah korban tewas telah meningkat minggu ini, dengan sebagian besar korban berusia antara 50 hingga 80 tahun.

"Gelombang panas kali ini adalah yang terburuk di provinsi ini dalam beberapa dekade," ujar para pejabat setempat seperti dilansir laman BBC, Ahad (08/07/2018).

Pejabat mendesak warga Kanada untuk minum banyak air dan tinggal di tempat teduh. "Kami melakukan semua yang kami bisa," tutur Walikota Montreal, Valerie Plante.

Kota ini telah membuka kolam renang dan ruangan ber-AC untuk umum. Walikota Plante mengatakan para responden pertama telah pergi dari pintu ke pintu, memeriksa sekitar 15.000 warga yang rentan. Sejauh ini, 18 dari 33 kematian telah berada di Montreal, kota terpadat di provinsi ini, dengan kematian lainnya di daerah sekitarnya

"Saya mengandalkan petugas di Montreal untuk mengetuk pintu rumah warga, mungkin dari tetangga, hanya untuk mencari tahu apakah orang itu baik-baik saja. Ini adalah upaya tim," ungkap Walikota Plante. "Gelombang panas dapat sangat mematikan bagi balita, lansia dan warga yang sakit," tutur pejabat kesehatan masyarakat.

Pejabat kesehatan masyarakat Montreal Mylene Drouin mengatakan kepada CBC bahwa sebagian besar warga Montreal yang meninggal berusia di atas 65 tahun, dan tidak memiliki AC dan memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

Suhu rata-rata di Montreal jauh di atas 25C biasa pada saat ini tahun. Panas seharusnya mereda pada hari Jumat, menurut Environment Canada, dengan ketinggian turun menjadi 24C. 0 BBC