Selasa, 10 Juli 2018

Serba-Serbi Jelang Asian Games

Ist.
Beritabatavia.com - Dalam waktu dekat, Indonesia akan kedatangan ribuan tamu dari 45 negara di Asia. Mereka akan bertanding dan berlomba mengukir prestasi memperebutkan medali dari 40 cabang olahraga di ajang pesta akbar Asian Games ke  ke 18 yang akan digelar pada 18 Agustus 2018- 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang Sumatera Selatan.

Sebagai tuan rumah, pemerintah telah berbenah dan melakukan perbaikan sarana prasarana untuk memenuhi kebutuhan para tamu. Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menutupi hal-hal yang bisa membuat buruk citra Indonesia dimata para tamu. Tentu kita berikan apresiasi.

Semangat menggebu untuk menjadi tuan rumah yang baik dan ramah serta menyenangkan, tampak menjadi serba-serbi jelang Asian Games. Lewat layar kaca,media massa hingga media sosial, terlihat wara wiri dengan jaket Asian Games ke sejumlah arena pertandingan. Begitu juga soal keamanan, Kapolri dengan Panglima TNI lewat spanduk-spanduk bertuliskan kami siap mengamankan Asian Games sudah tersebar luas di berbagai sudut Ibukota. Sayangnya, tidak diimbangi dengan informasi bagaimana kesiapan atelit kita yang akan bertanding di Asia Games. Atau spanduk para atelit yang berprestasi untuk memotivasi para olahragawan dan putra putri Indonesia.

Jelang pelaksanaan Asian Games, keseriusan dan kegesitan pemerintah dan aparat keamanan semakin tampak. Bahkan jajaran Polda Metro Jaya sudah menggelar simulasi penjemputan tamu dari bandara Soekarno Hatta ke tempat penginapan. Begitu juga penjemputan dan pengawalan tamu dari tempat penginapan menuju lokasi pertandingan olahraga.

Meskipun Kemacetan permasalahan yang unresolved di Ibukota, tetapi jelang Asian Games  bukan lagi kendala serius. Sebab, kebijakan ganjil genap nomor polisi kendaraan yang melintas di jalan raya, dianggap akan menyelesaikan kemacetan dan membuat para tamu yang menjadi perserta Asian Games aman, nyaman dan tersenyum.
 
Karena tak ada pilihan, muncul kegalauan, tetapi Pemprov DKI tetap berupaya optimis. Sehingga tetap yakin, memperluas wilayah dan memperpanjang waktu kebijakan genap ganjil nomor polisi kendaraan akan menjadi solusi atasi kemacetan. Pemprov DKI tertekan, membuatnya kurang pendengaran dan penglihatan,sehingga mengabaikan suara penolakan atas kebijakan yang dituding mengganggu aktivitas masyarakat.Suka atau tidak, harus suka, meskipun  belum ada jaminan memperluas wilayah dan memperpanjang waktu kebijakan ganjil genap akan menjadi solusi efektif mengatasi kemacetan yang sudah menua di Ibukota dan sekitarnya.

Tak ada jawaban, bagaimana masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari, jika kebijakan genap ganjil yang sudah diterapkan   di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto. Juga akan diberlakukan dan waktunya diperpanjang hingga Pukul 21.00 di Jalan Jenderal S Parman, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan DI Panjaitan, Jalan A Yani, dan Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih. Kemudian, Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, dan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pemprov DKI tak goyah, meskipun masyarakat harus meraba-raba untuk melalui jalan di ibukota.

Jika masyarakat tidak memiliki akses untuk datang ke arena menyaksikan pertandingan para atlelit Negara-negara Asia itu. Lalu untuk siapa pesta olahraga akbar Negara-negara Asia itu digelar, apakah bagian dari serba-serbi Asian Games, juga masih menunggu jawaban.

Pesta akbar olahraga  Asian Games menjadi introspeksi agar kita membuka mata dan fikiran sekaligus isyarat bahwa kita butuh waktu untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara berkelas internasional seperti piala dunia sepakbola. Hendaknya, Asian Games menjadi momentum untuk memperbaiki sistem transportasi dan manajemen lalu lintas di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Pemerintah harus fokus pada pengembangan sistem transportasi massal yang cepat, aman, dan nyaman.

Tidak cukup hanya semangat, seraya memposisikan diri dengan  membandingkan kesiapan Indonesia saat berusia 17 tahun merdeka, sudah dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games ke 4 pada 1962. Tentu sangat berbeda ! O Edison Siahaan



Berita Terpopuler
Selasa, 20 November 2018
Berita Lainnya
Senin, 10 September 2018
Sabtu, 08 September 2018
Rabu, 29 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Selasa, 10 Juli 2018
Minggu, 08 Juli 2018
Kamis, 05 Juli 2018