Selasa, 10 Juli 2018

Bersenpi, Begal Motor Tak Segan Umbar Tembakan

Ist.
Beritabatavia.com -
Polri mengamati pola pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal kendaraan bermotor telah mengalami pergeseran. Pola pelaku begal dahulu adalah menondongkan senjata tajam atau api bila tidak memperoleh barang yang ditargetkan. Kini, pelaku begal tak segan umbar tembakan bila tak dapat barang yang ditargetkan.

"Sekarang ini ada pergeseran perilaku begal motor. Kalau dulu polanya begal motor itu kalau dia enggak dapat barangnya dia nodong dengan senjata tajam senjata api. Kalau sekarang tidak ada nodong-nodong lagi, langsung dia tembak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri Jakarta, Selasa (10/07/2018).

Senjata api (Senpi) yang beredar di kalangan pelaku begal berjenis rakitan sehingga tidak terdata di kepolisian. Berangkat dari itu, Setyo pun meminta masyarakat memberikan informasi kepada polisi bila mengetahui peredaran atau tempat pembuatan senjata rakitan tersebut. "Kalau cepat lapor pasti cepat ditangani. Kalau enggak ada yang lapor, polisi tahunya cukup lama," tuturnya.

Diakui, aksi begal motor marak terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Jumat pekan lalu, Polda Metro Jaya tercatat telah menahan sebanyak 73 dari 387 orang yang karena diduga terlibat kejahatan jalanan seperti pembegalan dan penjambretan.

Bahkan, 27 pelaku diantaranya harus ditembak pada bagian kaki. Sementara itu, dua pelaku lain tewas didor lantaran melawan aparat.
Penangkapan pelaku penjambretan dan begal tersebut dilakukan dalam Operasi Kewilayahan Mandiri di wilayah yang masuk jajaran hukum Polda Metro Jaya. Operasi tersebut dilakukan sejak 3 Juni hingga 3 Agustus mendatang.

Terkait jelang event Asian Games pada 2018 ini, Irjen Setyo Wasisto meminta masyarakat agar mewaspadai kejahatan jalanan. Pasalnya, kejahatan jalanan bisa teratasi bukan hanya karena peran petugas, tetapi juga anggota masyarakat. Dan meminta masyarakat tak memberi kesempatan kepada para penjahat untuk melakukan aksinya.

Kesempatan yang dimaksud adalah dengan memamerkan atau menggunakan barang-barang berharga secara menonjol. "Selama ada kesempatan, orang yang tidak niat pun akan terpancing. Itouklasik. Kapolri mknta street crime diupayakan semaksimal mungkin ga ada menjelang Asian Games," lontarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian memerintahkan jajarannya meningkatkan operasi kejahatan jalanan, seperti begal dan penjambretan yang belakangan meresahkan masyarakat. Operasi ini ditingkatkan terlebih lagi semakin dekatnya ajang pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali, yakni Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini.  "Saya akan berikan highlight untuk meningkatkan operasi nanti," kata Kapolri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Selasa (3/7).

Dilanjutkan, akan menggelar video conference kepada seluruh kepala kepolisian daerah di seluruh Indonesia berserta jajaranya, untuk dapat mengantisipasi kejahatan jalanan ini. "Saya akan tekan jelang Asian Games ini semua wilayah lakukan operasi kejahatan jalanan, terutama begal, agar tamu-tamu kita tidak terganggu terutama masyarakat kita sendiri," ucapnya. 0 BAIM