Rabu, 11 Juli 2018

Presiden Jokowi Soroti Profesionalitas Polri

Ist.
Beritabatavia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan sekaligus menyoroti kinerja Polri. Pertama terkait dengan soliditas di internal Polri. Pasalnya soliditas diperlukan agar siap menghadapi masalah di masa depan.

"Saya menginstrukikan seluruh jajaran Polri meningkatkan kinerja, memantapkan soliditas internal, dan profesionalitas Polri dalam memperkokoh menghadapi tantangan," pesan Presiden Joko Widodo menjadi inspektur Upacara Pembinaan Tradisi Polri dalam rangka Peringatan Ke-72 Hari Bhayangkara 2018 pagi ini di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Selain profesionalisme, sambung kepala negara, juga menginstruksikan jajaran Polri memperbaiki setiap kelemahan yang ada terutama dalam proses penegakan hukum. "Penegakan hukum harus profesional, transparan, dan berkeadilan," ucapnya.

Mantan Wali Kota Solo ini juga memerintahkan seluruh anggota Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuang budaya koruptif demi meningkatkan kepercayaan publik kepada Polri. "Jajaran Polri juga diperintahkan selalu mengedepankan pencegahan serta tindakan humanis dalam menghadapi permasalahan sosial," lontarnya.

Dalam menjalankan tugas di lapangan, Presiden Jokowi turut memerintahkan Polri selalu berkoordinasi dengan anggota TNI bahkan masyarakat. "Dengan ikhtiar melakukan perbaikan dan meningkatkan soliditas, profesionalisme, Polri bisa menjadi institusi yang dipercaya rakyat," tuturnya.

Disisi lain, Presiden Jokowi mengungkapkan, Indonesia saat ini masuk dalam daftar 10 negara teraman di dunia berdasarkan laporan dari Gallup Law and Order. "Pada peringatan hari Bhayangkara ke-72 kita dapat kabar baik, Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman di dunia," kata Jokowi

Jokowi pun meminta aparat keamanan untuk mempertahankan pencapaian ini. Kendati demikian, Presiden meminta kepolisian agar tak cepat puas diri lantaran tantangan ke depan yang semakin kompleks.  "Tuntutan rakyat semakin meningkat, dunia terus berubah bergerak membawa ancaman baru situasi keamanan," tambahnya.

Tak hanya itu, menurut dia, Polri juga harus mampu mengantisipasi tindak kejahatan yang semakin beragam seiring dengan kemajuan teknologi. Termasuk kejahatan transnasional seperti kejahatan siber, perdagangan manusia dan obat-obatan, serta penyelundupan senjata.

"Polri harus terus tingkatkan waspadai ancaman terorisme, negara maju pun mengalami ancaman yang sama, di dalam negeri kita tak akan lupakan para pelaku bom bunuh diri bukan hanya korban masyarakat tapi juga jadikan aparat polisi jadi target," ujarnya.

Presiden juga meminta agar Polri selalu mengembangkan diri dengan berbagai terobosan menghadapi ancaman yang ada serta melakukan pemetaan dini potensi ancaman. Selain itu, potensi konflik horizontal seperti konflik SARA harus diwaspadai. Polri pun harus menjaga kerukunan dan kebhinekaan, serta meningkatkan rasa persaudaraan.

Upacara Peringatan Ke-72 Hari Bhayangkara 2018 dihadiri petinggi negara dan pemerintahan. Sejumlah menteri Kabinet Kerja hadir seperti Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, KSP Moeldoko, Mensesneg Pratikno, Menperin Airlangga Hartarto, MenKKP Susi Pudjiastuti, dan Jaksa Agung Prasetyo.

Beberapa pejabat lainnya yang hadir seperti Presiden keenam Tri Sutrisno, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 ini dihadiri oleh 6472 personel gabungan Polri dan TNI. 0 EEE