Rabu, 11 Juli 2018

Ketika Jenderal CDL Melukis

Ist.
Beritabatavia.com - Layaknya seorang fighter sejati, tak ada kata lelah dan mundur apalagi pasrah untuk mencapai sukses. Perjuangan adalah bagian dari kehidupan yang harus dilakoni setiap orang. Begitulah sosok Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi DR Chrysnanda Dwi Laksana yang disapa dengan sebutan CDL. Semangat dan tekad serta kepiawaiannya, CDL berhasil meraih prestasi dalam karir, pendidikan dan bakat sekaligus.

Pria kelahiran 3 Desember 1967 ini menyelesaikan pendidikan hingga SMA di kota kelahirannya Magelang, Jawa Tengah. Kemudian mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) di Semarang dan lulus pada tahun 1989.
 
Memulai karir di Polresta Surakarta, lalu bertugas di United Nation Peace Keeping Force di Mozambique pada 1994. Kemudian menjabat Kasat Lantas Polres Batang hingga menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta dan lulus tahun 1998.

Brigjen DR Chrysnanda Dwi Laksana telah menyelesaikan sejumlah pendidikan di Polri, seperti Sempim Polri dan Sespimti pada 2014. Sejumlah jabatan penting yang pernah dipercayakan pimpinan kepadanya pun dilaksanakan dengan baik, diantaranya Direktur Lalu Lintas Polda Riau di Pekanbaru, dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Ditengah aktivitas yang menyita waktu sebagai perwira Polri, CDL juga sukses dibidang pendidikan dengan meraih gelar Doktor bidang ilmu kepolisian di Universitas Indonesia. Baginya, tak ada waktu yang terbuang sia-sia. Belajar, belajar dan terus belajar menjadi istirahat yang efektif untuk kebugaran kesehatan fisik maupun hati dan fikiran.Bukan hanya mencoret kampas dengan kuas. Chrysnanda juga menulis puluhan buku, diantaranya " Thak- Athik Gathu " dan " Demokratisasi Pemolisian dan Strategis Keluar Dari Zona Nyaman " serta " Kenapa Mereka Takut dan Enggan Berurusan dengan Polisi ".

Sukses dalam karir serta pendidikan, tak membuat Chrysnanda berpangku tangan. Menit-menit yang ada digunakan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya agar bermanfaat bagi orang banyak. Walaupun hanya sedikit waktu, digunakan untuk mengasah bakat melukis yang mengalir dalam dirinya, sehingga bakat itu tak pernah pupus. Bakat melukis yang dimiliki Chrysnanda berawal di sanggar Lukis Sungging Purbangkoro, Magelang Jawa Tengah pada 1981 hingga 1984.

Dengan kerja keras dan penuh semangat untuk meningkatkan kualitas bakat yang dimilikinya, hasilnya, Brigjen DR Chrysnanda Dwi Laksana menggelar pameran lukisan tunggal bertajuk “Geger Genjik Udan Kirik”.  di Balai Budaya Jalan Gereja Theresia 47 Mentang Jakarta Pusat,  pada Rabu 11 Juli sampai dengan Jumat 20 Juli 2018.
 
Dalam booklet pengantar pameran tunggal lukisan Chrysnanda yang diselenggarakan di Balai Budaya Jalan Gereja Theresia 47 Mentang Jakarta Pusat,  pada Rabu 11 Juli sampai dengan Jumat 20 Juli 2018. DR Agus Priyatno MSn menuliskan komentar “Geger Genjik Udan Kirik”  mengandung arti keributan yang amat dahsyat, sungguh-sungguh suatu temuan genius, penuh pemikiran dan sangat bermanfaat bagi peradaban manusia.

Melukis bagi Chrysnanda, merupakan upaya melancarkan aliran darah dalam tubuh. Melukis adalah kehidupan yang sekaligus membuatnya malang melintas di berbagai event, baik lokal mapun internasional. Dari aktifitas melukis, Chrysnanda mendapatkan sejumlah penghargaan diantaranya “ Chertivicate Of Archievement “ dari panitia Lomba Seni Lukis Polri 2012. 
Bahkan waktu yang tersisa karena kesibukannya sebagai Direktur Keamanan dan  Keselamatan  Korlantas Polri, Chrysnanda juga mengikuti  pameran “Standing With The Master ” di JCC (Januari 2018) dan “Jakarta Jakarta “ di Balai Budaya (Februari 2018).
 
Chrysnanda Dwi Laksana berupaya terus melestarikan dan meningkatkan kualitas bakat yang ada pada dirinya. Diwujudkan dalam bentuk mempelopori hingga akhirnya bersama rekan-rekannya mendirikan Sanggar Karisma ( Kartun Lukis Magelang). Selamat dan sukses. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Rabu, 11 Juli 2018