Sabtu, 14 Juli 2018

Rapat Pemilu Dibom, 70 Orang Tewas

Ist.
Beritabatavia.com -
Sedikitnya 70 orang tewas dan 120 orang lainnya cedera akibat bom bunuh diri di Provinsi Baluchistan, Pakistan pada saat sedang berlangsung rapat pemilu menjelang pemilu nasional 25 Juli mendatang, demikian laporan yang dikutip dari VOA, Sabtu (13/7/2018).

Serangan maut hari Jumat (13/7/2018) itu menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi berbagai aktivitas terkait pemilu yang meningkat di Pakistan menjelang pemilihan anggota parlemen nasional dan empat parlemen provinsi.

Menurut para saksi mata, calon anggota parlemen Siraj Raisani dari Partai Awami Baluchistan (BAP) sedang bersiap-siap berpidato di hadapan ratusan pendukungnya di distrik Mastung, sewaktu seorang pelaku di dekat panggung meledakkan bom yang dililitkan di tubuhnya.

Menteri Dalam Negeri Baluchistan Umar Bangulzai kepada VOA membenarkan pernyataan para saksi mata sebelumnya bahwa serangan itu dilancarkan seorang pelaku serangan bom bunuh diri. Bangulzai memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah seorang calon anggota parlemen nasional, Akram Durrani, lolos dari percobaan pembunuhan dalam rapat umum di kota asalnya, Bannu, di bagian Baratlaut Pakistan.

Polisi dan saksi mata menyatakan Durrani sedang berada dalam konvoi kendaraan bermotor sewaktu bom di sepeda motor yang sedang diparkir meledak di dekat mobilnya. Serangan itu menewaskan empat orang dan mencederai hampir 40 orang. Durrani lolos dari serangan itu tanpa cedera. Ia adalah tokoh sentral dari sebuah partai keagamaan utama, Jamiat Ulema-e-Islam-F (JUI-F).

Belum ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan bom hari Jumat itu. Kekerasan ini terjadi tiga hari setelah serangan bom bunuh diri menewaskan 21 orang pada sebuah acara kampanye di Peshawar, Ibu Kota Provinsi Khyber-Pakhtunhwa, di mana kota Bannu berada.

Haroon Bilour, seorang politisi sekular senior dan calon anggota parlemen provinsi, termasuk yang tewas dalam serangan bom hari Selasa, lebih dari 65 lainnya juga cedera.

Taliban yang terlarang di Pakistan mengaku bertanggungjawab atas serangan di Peshawar. Taliban mengecam Bilour dan Partai Nasional Awami yang sekuler sebagai "musuh-musuh Islam.". 0 VOA
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Sabtu, 10 November 2018
Jumat, 09 November 2018
Kamis, 08 November 2018
Selasa, 06 November 2018
Senin, 05 November 2018