Senin, 06 Agustus 2018

Upaya Jenderal Fadil Selamatkan Sumber Daya Alam

Ist.
Beritabatavia.com - Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi DR. Fadil Imran,Msi, tak mampu menyembunyikan raut wajah geram, sorot matanya tajam,  saat bicara soal sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya hutan (SDH).

Sejak awal Maret 2018 lalu, lulusan AKPOL 1991 ini resmi dilantik sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Bareskrim Polri. Brigjen DR. Fadil Imran mengaku bangga sekaligus mengucapkan terima kasih pada pimpinan Polri telah memberikan kesempatan untuk memimpin Direktorat yang memiliki tugas fokok dan fungsi melakukan pengawasan terhadap setiap perbuatan melawan hukum yang potensi menimbulkan kerugian atas SDA dan SDH . Seperti penebangan hutan tanpa izin (pembalakan) pembakaran hutan, pertambangan liar dan bentuk –bentuk perusakan terhadap kekayaan SDA dan SDH.

Perwira tinggi (Pati) Polri yang sukses meraih gelar doktor kriminologi dari Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, kekayaan alam Indonesia memiliki nilai yang tak terhingga. Sayangnya, belum mendapat perhatian yang serius,sehingga banyak tangan-tangan kotor yang memanfaatkan SDA dan SDH dengan cara melawan hukum.

“Saya bangga diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas ini, agar kekayaan alam Indonesia tetap terjaga,” kata Brigjen DR Fadil Imran diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Kendati baru beberapa bulan menjabat sebagai Dirtipiter Bareskrim Polri, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 14 Agustus 1968 silam ini, sudah menginventarisasi permasalahan yang potensi mengancam kekayaan SDA dan SDH Indonesia. Bukan hanya itu, Brigjen DR. Fadil Imran bersama anggotanya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi seperti di Sumatera, Kalimantan, baik lewat darat maupun udara dengan menggunakan helikopter.

Hasil pemantauan tersebut, kemudian dijadikan acuan untuk menentukan upaya-upaya yang menjadi prioritas serta tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya perbuatan melawan hukum atau pengerusakan maupun pencurian terhadap kekayaan SDA dan SDH Indonesia.

“Saya sudah meminta jajaran Direktorat Reserse Polda seluruh Indonesia agar melakukan pengawasan ketat terhadap kawasan hutan dan pertambangan yang ada di wilayah masing-masing. Segera tindak tegas setiap pelaku yang merusak atau mengambil tanpa hak kekayaan SDA dan SDH.” tegas Brigjen DR Fadil Imran.

Fadil mengakui, masih banyak terjadi pembakaran hutan baik yang dilakukan tanpa sengaja maupun secara sengaja. Begitu juga pertambangan-pertambangan liar dan tambang yang tidak dilengkapi izin.

“Kita harus fokus melakukan pengawasan dan penegakan hukum. Jika tidak, maka kekayaan alam Indonesia akan habis dan tidak memberikan manfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Brigjen DR. Fadil Imran sependapat, penyebab terjadinya eksploitasi SDH secara berlebihan, akibat pemahaman dan penilaian terhadap manfaat SDH masih sangat rendah dan belum komperehensif.

Padahal SDH Indonesia memberikan manfaat yang dapat dirasakan  pada  tingkatan  lokal,  nasional,  maupun  global.    Manfaat  tersebut  terdiri  atas manfaat  nyata  yang  terukur  (tangible)  berupa  hasil  hutan  kayu,  hasil  hutan  non  kayu  seperti  rotan,  bambu,  damar  dan  beragam hasil hutan lainnya. Sedangkan manfaat yang tidak  terukur  (intangible) sebagai penghasil oksigen,penyedia sumber daya air, menyerap karbon dan manfaat ekologis   serta   lingkungan   maupun keragaman genetik.

Tetapi, Brigjen DR.Fadil Imran optimis, kepedulian kita terhadap lingkungan akan terus meningkat ditengah kondisi SDA dan SDH yang terdegradasi. Indikasi akan terjadi peningkatan kepedulian ditandai dengan sikap tegas pemerintah untuk menindak seluruh bentuk pelanggaran hukum yang potensi merusak SDH maupun SDA. Kemudian Polri sebagai lembaga penegak hukum membentuk Direktorat Tipiter yang saat ini dipimpin Brigjen DR.Fadil Imran.

Sosok Brigjen DR.Fadil Imran menjadi pilihan yang tepat untuk memegang komando Dittipiter Bareskrim Polri. Selain memiliki keahlian dibidang reserse yang telah digelutinya selama 27 tahun. Fadil juga sukses mengukir sederet prestasi gemilang atas keberhasilannya mengungkap sejumlah kasus besar yang menarik perhatian masyarakat, seperti kasus mutilasi yang menggemparkan Ibukota beberapa waktu lalu.

Tidak hanya memiliki kompetensi dibidang reserse. Brigjen Fadil Imran juga piawai mengorganisir dan memotivasi seluruh jajarannya lebih profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab serta peran dan fungsinya. Semoga kehadiran Brigjen DR. Fadil Imran menjadi semangat baru Dittipiter Bareskrim Polri untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab menjaga dan menyelamatkan SDA dan SDH dari perbuatan yang ingin  merusak dan mencuri kekayaan alam Indonesia. Semoga.. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Selasa, 16 Oktober 2018