Senin, 06 Agustus 2018

Tarmidi Ditilang

Ist.
Beritabatavia.com - Tarmidi, sopir taksi berwarna biru itu kesal, karena baru saja ditilang petugas Polantas, yang menurutnya tidak pernah ditilang saat melintas di ruas jalan yang dilewatinya. Dia yakin, surat tilang yang diberikan Polantas hanya mencari dana dari masyarakat untuk digunakan pemerintah membiayai Asian Games.

Dari jok belakang, saya mencoba memberikan penjelasan bahwa dana dari denda tilang masuk katagori pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang langsung disetor ke kas Negara. Juga bukan pendapatan daerah atau masuk katagori pendapatan asli daerah (PAD). Namun, Tarmidi berusaha menolak penjelasan yang saya sampaikan. Bahkan pria separuh baya itu semakin kesal dan terus ngoceh, hingga lupa menanyakan tujuan saya kemana.

Pak, sekarang kondisnya serba sulit, semuanya amburadul, tidak ada kejelasan. Semuanya tidak ada yang jelas, gak tau mau kemana bangsa ini,amburadul. “Sumpah, apa yang saya sampaikan benar-benar dirasakan sebagian besar masyarakat, khususnya kelas bawah dan menengah,” kata Tarmidi.

Macet dimana-mana, tapi pemerintah tak mampu mengatasinya. Demi kelancaran pelaksanaan Asian Games, kepentingan rakyat dikorbankan dengan kebijakan ganjil genap.  Pemerintah tidak berwibawa, hanya ngurusin angkutan umum saja tidak becus. Angkutan umum yang memiliki izin lengkap tidak mendapat perlindungan, justru membiarkan kendaraan tetap beroperasi layaknya seperti angkutan umum, padahal tidak memiliki izin.

Coba pak, tambah Tarmidi yang tampak semakin kesal,  dalam kondisi sulit dan susah seperti saat ini, justru hutang terus bertambah. Bangun infrastruktur dengan hutang, siapa yang bayar , kan kita juga nanti. Pemerintah senang bangat bangun jalan tol, lalu rakyat disuruh bayar.Ngurus Negara koq berfikirnya seperti ngurus perusahaan yang dipikirin bagaimana supaya dapat untung. Seharusnya pemimpin itu negarawan yang tujuannya membangun kesejahteraan rakyat, bukan mencari untung dari rakyatnya.

Mohon maaf pak, Tarmidi melanjutkan, negara ini sudah seperti milik sendiri. Mau naikin harga BBM tinggal naik, tidak tanya dulu , padahal ada wakil rakyat. Begitu juga harga kebutuhan pokok, semuanya naik, pemerintah diam saja.  Seharusnya sebagai mandataris harus melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai yang diamanatkan oleh rakyat. Indonesia ini harus dipimpin seorang negawaran yang benar-benar memahami kondisi bangsa negaranya. Bukan pengusaha yang hanya mikirin bagaimana mendapatkan keuntungan.

Beberapa saat sebelum saya meminta Tarmidi untuk menghentikan kendaraan karena sudah tiba di tempat tujuan. Tarmidi mengaku senang, karena saya berkenan mendengarkan dia meluapkan kekesalan yang dirasakannya sebagai warga Negara. Terima kasih Pak, kata Tarmidi, saat menerima uang yang saya sodorkan tanpa meminta kembali uang kelebihan dari nilai yang menjadi kewajiban saya. O Edison Siahaan


Berita Terpopuler
Kamis, 18 Oktober 2018
Berita Lainnya
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Selasa, 10 Juli 2018
Minggu, 08 Juli 2018
Kamis, 05 Juli 2018
Minggu, 01 Juli 2018
Minggu, 10 Juni 2018
Sabtu, 09 Juni 2018
Rabu, 06 Juni 2018
Minggu, 03 Juni 2018