Jumat, 10 Agustus 2018

OJK: Kondisi Politik Tak Pengaruhi Stabilitas Keuangan

Ist.
Beritabatavia.com -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan selama ini belum ada pengaruh kondisi politik ke stabilitas keuangan, terutama dalam pemilihan presiden (pilpres) tiga periode terakhir yakni 2004, 2009 dan 2014. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, pada tiga periode itu tidak ada dampak atau kejadian yang signifikan mempengaruhi stabilitas keuangan.

"Artinya politik di kita diapresiasi dengan pemilihan langsung yang aman di dunia. Tidak pernah rusuh, tidak ada kejadian dan 2019 insya Allah akan berlangsung dengan baik," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Sementara, terkait uang panas politik menuju pasar modal dengan motif pencucian uang diyakininya tidak akan terjadi karena diawasi secara ketat. "Tahu dan tidak tahu politik di kita ada PPATK. Ada mekanisme pengawasan yang terkait undang-undang pencucian uang di semua industri jasa keuangan," katanya.

Menurut Hoesen, indikasi tersebut tidak bisa hanya dilihat dari aliran transaksi yang ada di bursa karena dinilainya kurang relevan hanya di tahun politik. "Dengan infrastruktur yang ada, kita berupaya negara kita termasuk yang dapatkan rating baik terkait pengawasan terhadap pencucian uang," pungkasnya.

Selain itu, OJK optimistis siapapun calon presiden (capres) yang ada bisa mendorong perekonomian Indonesia, sehingga pertumbuhan tetap berada dalam kisaran target. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, perekonomian mesti menghadapi pengaruh demokrasi dengan digelarnya pemilihan presiden (pilpres) 2019

"Ya kalau proses demokrasi kan mau enggak mau siapapun yang jadi, akan kita optimalkan untuk mendorong perekonomian. Mendorong peran di sektor keuangan ini dengan pertumbuhan," ujarnya.

Wimboh menjelaskan, pelaku pasar tentunya sangat mendukung proses demokrasi yang dijalankan di Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang menerapkan pilpres secara langsung. "Ya bagus kan, ini sesuatu proses demokrasi yang harus kita ikuti," katanya.

Menurutnya, karena itu pelaku pasar mendukung supaya nanti para capres ini bisa memberikan dorongan perkembangan, terutama di pasar keuangan dan pasar modal. "Kita pasar tentunya akan sangat mendukung proses ini, Mengenai calon tentunya ini calon yang terbaik dari proses demokrasi yang ada," tuturnya.

Sementara, pengaruh politik ke pasar modal dengan adanya capres ini maka harus proaktif menyampaikan harapan kepada siapapun yang akan jadi capres. "Supaya menjadi perhatian dalam kebijakan ke depan untuk mendorong percepatan pembangunan," pungkasnya. 0 NIZ