Rabu, 15 Agustus 2018

Lion Air Jakarta - Tanjung Pinang Diguncang Candaan Bawa Bom

Ist.
Beritabatavia.com - Bomb Joke atau bercanda membawa bom kembali terjadi. Kini, pesawat Lion Air JT 620 rute Jakarta - Tanjung Pinang terpaksa ditunda selama tiga jam di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Delay terjadi lantaran seorang penumpang pesawat lontarkan candaan bom. Penumpang bernama Ramli Marbun (62), bercanda bawa bom saat proses boarding kepada salah satu awak kabin.

"Penerbangan delayed karena ada seorang penumpang laki-laki menyebutkan kata bom pada barang bawaan kepada salah satu awak kabin. Petugas langsung melakukan penyisiran," papar Corporate Communication Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/08/2018).

Dijelaskan, kejadian ini terjadi pukul 08.00 WIB, Rabu (14/8), pada penerbangan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Pagi itu, salah satu pramugari menyarankan Ramli untuk tidak menempatkan barang bawaan di baris jendela darurat. Saat itulah ia diduga mengucapkan kata bom.

Pramugari itu mengkonfirmasi sebanyak tiga kali atas ucapan Ramli. Namun Ia tetap menyebutkan kata bom. Walhasil, seluruh barang bawaan penumpang pun terpaksa dicek ulang demi proses keselamatan. "Tidak ditemukan barang bukti bom," ujar Danang sambil menambahkan sesuai prosedur penanganan, Ramli diturunkan dari pesawat dan diserahkan kepada pihak berwenang di bandara.

Manager of Branch Communication Bandara Soekarno Hatta Haerul Anwar membenarkan kejadian ini. "Makanya ditindak tegas agar tidak terjadi lagi," kata Haerul serius.

Pemeriksaan ini tampaknya selesai karena saat dihubungi sekitar pukul 19.00 WIB, Ramli mengaku telah berada di Batam, Kepulauan Riau, dan berangkat menggunakan pesawat Citilink. "Saya menilai petugas juga terlalu kaku padahal saya bercanda saja. Ini juga karena ketidaktahuan saya," kata Ramli.

Akibat kejadian ini, penerbangan Lion Air JT620 yang sedianya berangkat pukul 08.25 WIB, harus mundur menjadi pukul 11.25 WIB. Tak hanya itu, penerbangan JT621 dari Bandara Raja Haji Fisabilillah ke Soekarno Hatta pun juga ikut tertunda. "Kami menegaskan semua yang terkait informasi bom, baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum dan akan diproses," tutur Danang.  0 BAM