Minggu, 26 Agustus 2018

Kapolda Banten: Oknum Ditpolair Pungli Sandar Kapal Angkut Scrapt

Ist.
Beritabatavia.com - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) melibatkan oknum Direktorat Polair Polda Banten menemui titik terang. Kasus dugaan pungli ini terkait kapal pengangkut besi tua (scrapt) yang salah sandar di Pelabuhan Indah Kiat. AKP A melakukan penyalahgunaan jabatan kini dalam pemeriksaan Propam Polda Banten.

“Ada lidik Propam Polda Banten setelah ada laporan bahwa penyalahgunaan jabatan yang dilakukan AKP A yang melakukan pungli meminta uang terhadap pemilik kapal yang salah sandar,” kata Kepala Divisi Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan, Ahad (26/8/2018)

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo yang belum seminggu melepas jabatan Kapolda Banten menjelaskan, kasus ini sendiri tengah didalami oleh Propam Polda Banten. AKP A dan Brigadir D keduanya telah dimintai keterangan oleh penyidik Propam Polda Banten. “Keduanya memang dalam proses penyelidikan di Propam, namun ada laporan juga ke luar (Kemenko Polhukam),” kata Sigit.

Jika hasil pemeriksaan tersebut, keduanya terbukti bersalah, lanjut dia, maka akan berlanjut Sidang Komisi Etik. “Kalau bersalah kita beri sanksi,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, oknum tersebut meminta uang sebesar Rp100 juta dengan cara bertahap kepada perusahaan, PT KSD. Kapal pengangkut besi yang bersandar di Pelabuhan PT Indah Kiat, Merak. Pemilik kapal pengangkut besi tua PT KSD diduga melakukan pelanggaran bersandar dan melakukan bongkar muat bukan pada tempatnya.

Pemilik barang telah dimintai uang sebesar Rp100 juta oleh oknum dari Dit Polair berinisial AKP A. Penyerahan uang dilakukan secara bertahap melalui nomor rekening yang diberikan oknum tersebut kepada pemilik barang.

Kemudian pada tanggal 21 Agustus 2018, PT KSD kembali mengangkut besi tua untuk dibongkar di Pelabuhan Merak, namun Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten tidak berani memberikan izin berlabuh dengan alasan PT KSD harus meminta izin kepada Dit Polair terlebih dahulu, dalam hal ini hanya untuk kapal pengangkut besi tua.

Kemudian, perwakilan PT KSD yang menemui oknum Ditpolairud Polda Banten telah dimintai uang dengan hitungan Rp50 per kilogram besi tua yang diangkut, dan Rp15 per kilogramnya khusus untuk oknum tersebut. Namun, pihak PT KSD merasa keberatan atas permintaan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Tim Satgas Saber Pungli dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) dikabarkan mengamankan oknum perwira Pol Air Polda Banten pada Jumat (24/8/2018) sore. 0 PKO

Berita Lainnya
Rabu, 21 November 2018
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Jumat, 09 November 2018
Kamis, 08 November 2018
Selasa, 06 November 2018
Selasa, 30 Oktober 2018
Senin, 29 Oktober 2018