Minggu, 26 Agustus 2018

Demi Kekuasaan, Wagub DKI Jakarta Jadi Rebutan

Ist.
Beritabatavia.com -
Demi meraih kekuasaan, kini Wakil Gubernur DKI Jakarta menjadi rebutan antara Partai Gerindra dengan PKS. Partai Gerindra berkukuh mendapatkan jatah kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Akibatnya siapa Wagub DKI Jakarta yang baru belum jelas hingga hari ini Minggu 26 Agustus 2018, atau satu hari menjelang agenda pembacaan surat pengunduran diri Sandiaga Uno secara resmi di DPRD DKI.

Ketiua Gerindra Jakarta Muhammad Taufik telah melobi sejumlah pimpinan DPRD DKI untuk kursi Wagub DKI itu. Taufik sendiri tak membantah adanya pertemuan itu. Juga telah menolak kesepakatan yang telah ditekennya tentang pengganti Sandiaga dari PKS. “Sudahlah, Itu kan maunya PKS saja,” kata Taufik seperti dilansir laman Tempo, Ahad (26/8/2018).

Lobi-lobi itu dibenarkan oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Bestari Barus. Namun Bestari mengaku tak akan serta merta mendukung Taufik. Keputusan siapa yang akan didukung oleh NasDem, kata Bestari, akan dibahas di tingkat pusat. "Nanti itu jadi keputusan pusat. Kami ikut arahan pusat," ujar Bestari.

Penasehat fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI Abraham Lunggana juga membenarkan. Pertemuan dengan Taufik disebutnya tepat ketika Sandiaga Uno mengajukan surat pengunduran diri ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertemuan dengan Taufik, kata Lulung, dilakukan di ruangan Taufik di lantai 9 Gedung DPRD DKI.

Berbeda dengan Bestari, Lulung gamblang menyatakan akan mendukung Taufik ketimbang calon yang diusulkan PK, Ketua DPP Mardani Ali Sera. Menurut dia, Taufik lebih paham masalah di Jakarta . "Pilih Taufik lah. Kan dia kawan kita," kata Lulung.

Indonesia Corruption Watch menilai majunya Taufik sebagai Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno malah akan membebani Anies Baswedan. Dasarnya adalah Taufik yang merupakan mantan narapidana korupsi.

“Dia (Anies Baswedan) akan kesulitan membangun image pemerintahan anti korupsi karena wakilnya adalah mantan narapidana korupsi,” kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donald Fariz.

Selain Anies, kata Donald, Partai Gerindra yang mengusung Muhammad Taufik juga akan menuai dampak buruk. Sebab, Partai Gerindra bakal mendapat ciburan dari publik karena mengusunh kader mantan tersangka kasus korupsi. 0 TMP




Berita Terpopuler