Senin, 27 Agustus 2018

HMMK UI : Polri Kurang Cakap, Neno Korban Double Victimization

Ist.
Beritabatavia.com - Himpunan Mahasiswa Magister Kriminologi Universitas Indonesia (HMMK UI) 2016 menilai peristiwa yang terjadi terhadap Neno Warisman di Riau adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Pasalnya, penghadangan serta tidak terciptanya keamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia merupakan suatu kelalaian yang dilakukan oleh penjaga dan pemelihara keamanan Indonesia.

Menurut perwakilan Himpunan Mahasiswa Magister Kriminologi Universitas Indonesia, Bona Ricki Siahaan, Polri yang diberikan wewenang terhadap aspek keamanan dan ketertiban dianggap kurang cakap dalam menjalankan tugasnya karena upaya untuk melindungi korban persekusi justru malah melakukan tindakan viktimisasi terhadap korban tersebut.

"Ya saya anggap Ibu Neno Warisman telah mengalami Double Victimization. Setelah ia mengalami persekusi, disaat itu sebenarnya ia juga telah mengalami hilangnya kebebasan dalam berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat," kata Bona Ricki Siahaan.

Selain itu, Bona Ricki Siahaan melanjutkan, persekusi yang terjadi di Riau pada 25 Agustus 2018 lalu merupakan suatu pelanggaran kemanusiaan karena tindakan tersebut justru menunjukkan bahwa keberadaan manusia tidak boleh sama apalagi memiliki perbedaan politik.

"Seharusnya tidak boleh terjadi, katanya harus saling menghormati tapi berbeda kok tidak boleh. Apakah menghormati itu harus selalu sama? Sama pandangan, sama agama, dan sama politik?" tegas Bona.

Bahkan, Bona juga menegaskan bahwa persekusi yang terjadi terhadap Neno Warisman adalah suatu pelanggaran HAM berat, menurutnya pelanggaran HAM tidak hanya harus hilangnya nyawa korban tetapi bentuk diskriminasi, intimidasi, bahkan pelarangan juga adalah sebuah pelanggaran HAM.

"Pelanggaran HAM adalah sebuah kejahatan berat, dalam kriminologi korban seperti Neno Warisman merupakan kelompok rentan, artinya perbedaan yang ada pada Neno Warisman justru menjadi sasaran oleh kelompok lainnya. Apalagi kalau perbedaan tersebut dimiliki oleh orang yang tidak sama kuatnya oleh kelompok lain," kata Bona. O son