Selasa, 28 Agustus 2018

Kasus Terus Berjalan, Ketua DPRD DKI Terancam Masuk Bui

Ist.
Beritabatavia.com - Polda Metro Jaya memastikan penyidikan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan yang diduga melibatkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, akan terus berjalan. Apabila hasil penyelidikan dan penyidikan yang sedang berjalan terbukti, politisi PDIP itu terancam masuk bui. 

“Kasus masih berjalan dan pelapor sedang mengumpulkan data dan bukti-bukti untuk diserahkan ke penyidik,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, Selasa (28/8).
 
Kendati Nico tidak menjelaskan lebih rinci tentang penyidikan yang sudah dilakukan. Pernyataan Kombes Nico Afinta tersebut sekaligus menepis isu bahwa kasus yang dilaporkan pada 30 April 2018 lalu dengan nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum, akan dipetieskan.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail menuding Prasetyo Edi Marsudi telah melakukan penipuan dan penggelapan. Kemudian melalui kuasa hukumnya bernama Willam Albert Zai melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2018.
"Iya benar. Saya mewakili klien saya untuk melaporkan dugaan penipuan itu," kata William saat dikonfirmasi, beberapa saat setelah melaporkan ke Polda Metro Jaya.

William menyebutkan, dalam Dalam laporan polisi dengan nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum, dijelaskan motif dugaan penipuan yang diduga dilakukan Prasetyo yakni mengimingi-imingi Zaini untuk bisa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau. Atas janji dan jabatan itu, Zaini pun memberikan uang sebanyak Rp 3,2 miliar kepada Prasetyo.

"Menurut keterangan klien kami, terlapor menjanjikan akan menjadikan terlapor sebagai Plt Gubernur Riau. Pemberian uang itu itu dilakukan secara bertahap,” katanya. O son