Jumat, 31 Agustus 2018

Kapolri: Pola Penembakan di Tol Cipali Mirip Kasus Solo 2012

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolri Jenderal Tito Karnivan Pola dan motif serangan penembakan yang dilakukan tiga orang pemuda misterius terhadap dua anggota Polri Aiptu Dodon dan Aiptu Widi, di KM 224 Tol Cipali-Cirebon serupa dengan penyerangan yang dilakukan teroris Farhan yang akhirnya tewas setelah ditembak anggota Polri tahun 2012 di Solo.
 
"Alasan tiga pemuda misterius yang melakukan penembakan hingga menyebabkan Aiptu Dodon tewas untuk balas dendam karena mertua salah satu dari tiga pemuda itu terbukti berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) dan ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror," tegas Kapolri  di Jakarta, Jumat (31/08/2018).

Motif serangan itu, sambung Kapolri, serupa dengan motif teroris Farhan yang melakukan aksi teror secara sporadis dalam waktu dan tempat yang berlainan di Solo tahun 2012. Teroris Farhan melakukan serangan kepada sejumlah anggota Polri di Solo secara sporadis karena ayah tiri dari Farhan yang bernama Abu Umar ditangkap oleh Tim Densus 88 terkait kasus pembacokan terhadap Menteri Pertahanan era Gus Dur Matori Abdul Jalil.

Abu Umar sendiri merupakan pentolan di kelompok jaringan Negara Islam Indonesia (NII). "Jadi mertuanya pemuda itu anggota JAD yang ditangkap lebih kurang sebulan yang lalu, jadi (mungkin) dia itu balas dendam," ungkap Kapolri.
 
Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, pemuda misterius yang menembak Aiptu Dodon dan Aiptu Widi mendapatkan senjata api dari anggota Polri yang diserang beberapa hari sebelumnya di wilayah Cirebon.

Senin 20 Agustus 2018 pukul 02.00 WIB ada insiden anggota Polri bernama Brigadir Angga Dwi Turangga diserang tiga pemuda gunakan dua sepeda motor di Jalan Diponegoro, Kesenden, Cirebon Jawa Barat menggunakan sebuah linggis lalu merebut senjata api Brigadir Angga usai terkapar diserang linggis. "Dia (pelaku) merampas senjata anggota pada kejadian sebelumnya dan melakukan penembakan," katanya.
 
Tito menjelaskan, dari tiga pemuda misterius itu, dua di antaranya kena tembakan perlawanan dari Aiptu Widi dan melarikan diri ke Rumah Sakit Slawi di Tegal, karena terluka cukup parah.

Menurut Tito, Kepolisian sudah mengantongi identitas para tersangka, karena pada saat melarikan diri ke Rumah Sakit Slawi usai ditembak, pelaku meninggalkan identitasnya. "Mereka lari ke RS Slawi dan mengaku anggota Polri yang ditembak penjahat. Setelah tiga jam perawatan, kemudian tiba-tiba pelaku langsung lari saja," ujarnya.
 
Tito mengatakan Kepolisian masih mengejar pelaku dari kelompok teroris JAD.  Lebih dari 100 anggota Polri yang diterjunkan untuk menangkap pelaku hidup atau mati. "Kami akan all out untuk menangkap mereka. Saat ini ada lebih dari 100 anggota Polri yang melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan risiko terhadap pelaku hidup atau mati," tuturnya serius. 0 BIO