Rabu, 05 September 2018

Pemkab Kalah Cepat, Pedagang Tuntut Keadilan di Pantai Jatimalang Purworejo

Ist.
Beritabatavia.com - Sejatinya, indonesia memiliki keindahan alam yang potensi dijadikan sebagai sumber pendapatan kas daerah. Seperti Pantai Jatimalang yang terletak di Kecamatan Purwodadi, yang hanya berjarak kurang lebih 17 kilometer dari kota Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) dan sekitar 60 kilometer dari Kota Yogyakarta.

Disepanjang pesisir pantai Jatimalang terbentang pasir berwarna hitam dan halus berpadu dengan deburan ombak yang cukup besar saat menyeruak ke bibir pantai. Suasana eksotis memanjakan mata para pengunjung. Ditengah kedamaian alam di Pantai Jatimalang, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas wisata.

Bahkan pengunjung yang enggan berenang di laut Pantai Jatimalang karena ombak besar. Tetap dapat menikmati suasana dengan keberadaan sejumlah kolam renang air tawar yang berjejer di sekitar tepi pantai. Pantai Jatimalang merupakan objek wisata andalan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jateng.

Sayangnya, langkah Pemkab Purworejo untuk mengelola Pantai Jatimalang sebagai objek wisata sekaligus sumber pendapatan daerah kalah cepat dengan sejumlah warga masyarakat yang sudah lebih dulu membuka usaha di kawasan wisata Pantai Jatimalang.

Hingga keberadaan sejumlah pedagang di Pantai Jatimalang menjadi kendala saat Pemkab Purworejo berencana mengisi sentra kuliner di objek wisata Pantai Jatimalang. Karena sebagian para pedagang yang telah mendirikan bangunan parmanen meminta ganti rugi sebagai syarat kepindahan mereka.

Seperti pemilik rumah makan Yutinah, Purwo Subagyo, yang meminta ganti rugi untuk mengganti biaya pendirian bangunan permanen. "Kami tidak minta ganti tanah, karena itu tanah negara. Tapi tolong, bangunan kami diganti,"ujarnya, saat ditemui, Rabu (5/9).

Purwo mengaku menghabiskan dana Rp 600 juta untuk mendirikan bangunan rumah makan yang juga difungsikan untuk tempat tinggal.
 
"Saya tidak ada tanah lagi, karena itu saya bangun di tepi pantai dan diizinkan," ucapnya.

Bahkan Purwo mengaku mendapat izin dan memiliki surat pajak bumi dan bangunan (PBB) atas tempat usahanya yang setiap tahun dibayar. "Saya bayar setiap tahun kepada pemerintah," ungkapnya.

Purwo mendukung penuh upaya pemerintah membangun kawasan kuliner Jatimalang untuk mendukung wisata. Bahkan dirinya  siap dipindah kemanapun sesuai keinginan Pemkab.

"Namun saya juga ingin keadilan, setidaknya apa yang sudah saya bangun ya diganti,” tuturnya. O Yos

Berita Lainnya
Sabtu, 24 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Senin, 19 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018