Senin, 10 September 2018

Kecelakaan Ditangan Para Pecundang

Ist.
Beritabatavia.com - Terkadang hanya lewat pandangan secara kasat mata, kita cepat menyimpulkan bahwa sebuah peristiwa itu datang tiba-tiba. Kemudian mengamini kejadian  tersebut sebuah musibah yang harus diterima dengan lapang dada, karena semuanya diluar kemampuan manusia.

Padahal, kalau kita telisik lebih jauh, tidak ada peristiwa yang datang tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang kita sebut sebagai buah dari sebab akibat. Bahkan bumi yang kita huni ini dan segala isinya tidak datang begitu saja, semuanya melalui proses yang diawali dari perencanaan dan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan.

Begitu juga kecelakaan lalu lintas,seperti yang terjadi di Sukabumi maupun Subang, Jawa Barat. Sesaat tampak peristiwa terjadi begitu saja, kemudian dipoles sebagai musibah untuk memaksa kita menerimanya sebagai kejadian diluar batas kemampuan manusia sehingga dengan pasrah menerimanya sebagai nasib atau takdir yang tidak perlu dibicarakan, apalagi meminta pertanggungjawaban.  Padahal,  kalau dikaji lebih dalam akan ditemukan hasilnya, bahwa kecelakaan itu adalah buah dari kelalaian manusia.
 
Dapat dipastikan, semua kecelakaan lalu lintas dipicu dari kelalaian manusia, lalai mematuhi aturan atau rambu-rambu lalulintas. Lalai melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan, lalai mempersiapkan kesehatan manusianya. Serta lalai melaksanakan fungsi dan tangungjawabnya dengan membiarkan sarana prasarana maupun infrastruktur yang tidak memadai.  Sehingga berujung pada terjadinya kecelakaan. Kecelakaan akan terus terjadi disebabkan kegagalan pemerintah menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Intinya, kecelakaan bukan musibah yang datang tiba-tiba atau terjadi karena diluar kemampuan manusia.

Kecelakaan dapat dicegah, minimal upaya mengantisipasi agar korban tidak menimbulkan kerusakan fatal. Bagaimana caranya ?  Untuk itulah pemerintah mempersiapkan sejumlah institusi yang bertanggungjawab mewujudkan keamaman,keselamatan,ketertiban,kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Tidak hanya dibebankan tugas dan tanggungjawab, tetapi juga diberikan anggaran dana yang cukup besar.
 
Pertanyaannya, apakah pengguna jalan sudah memenuhi persyaratan yaitu sehat physik dan mental serta kesiapan kelayakan kendaraan bermotor yang akan digunakan di jalan raya ? Apakah aparat pemangku kewenangan sudah melaksanakan fungsi dan peran serta kewajibannya dengan baik dan penuh tanggungjawab ?

Itulah yang perlu kita lihat buktinya. Jika semua prosesnya dilaksanakan dengan baik dan benar, tentu tidak lagi ditemukan kendaraan yang tidak layak jalan bebas berselancar dijalan raya. Apabila semuanya sudah memahami dan menyadari bahwa keselamatan sudah menjadi kebutuhan, maka tidak ada orang yang kurang sehat atau mengantuk sedang mengemudikan kendaraan di jalan raya.

Terwujudnya Kamseltibcarlantas menjadi harapan seluruh masyarakat. Tentu masing-masing harus berperan aktif dalam upaya mewujudkannya. Tetapi peran pemerintah sangat dominan, sesuai dengan amanat konstitusi yaitu Negara menjamin keselamatan segenap masyarakat Indonesia, bukan membiarkan warganya mati sia-siap di jalan raya.

Sejatinya, kecelakaan khususnya yang menelan korban jiwa dengan jumlah yang besar, harus dicegah agar tidak terus berulang. Upaya itu hendaknya disertai sikap kesatria dari para pemangku kewenangan yang dengan kesadaran sendiri menyatakan dirinya gagal. Bukan mencari alasan lewat berbagai upaya dengan maksud melemparkan tanggungjawab kepada pihak lain. Sebab sikap seperti itu hanya dimiliki para pecundang. O Edison Siahaan/Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW)
 

 


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 10 September 2018
Sabtu, 08 September 2018
Rabu, 29 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Selasa, 10 Juli 2018
Minggu, 08 Juli 2018
Kamis, 05 Juli 2018
Minggu, 01 Juli 2018