Selasa, 11 September 2018

Presiden Jokowi Harap Ciliwung bisa Sebersih Chongyesheon

Ist.
Beritabatavia.com - Saat menjadi Wali Kota Seoul, Lee Myung-bak berhasil menyulap Sungai Chongyesheon menjadi bersih. Prestasi itu menjadi salah satu catatan tersendiri bagi Lee yang kemudian sukses meraih tangga kepemimpinan tertinggi sebagai Presiden Korea Selatan.

Saat berkunjung ke Seoul, Presiden Jokowi pun berharap Sungai Ciliwung bisa sebersih Sungai Chongyesheon. "Ini sebuah sungai di kota yang bersih sekali, Sungai Cheongyechoen, sebuah inspirasi bagus. Kalau di Jakarta ada Ciliwung jadi bersih seperti ini, wooo...dan itu bisa," kata Presiden usai menyusuri Sungai Cheongyecheon di seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018).

Presiden Jokowi menyebutkan proses pembersihan Sungai Cheongyechoen hanya 2,3 tahun. Itu terjadi di era Wali Kota Lee Myung-bak memimpin Seoul. Sungai Cheongyechong pada 2003 kondisinya kurang lebih sama dengan Sungai Ciliwung. "Tetapi dikerjakan dalam waktu dua tahun tiga bulan sungainya jadi sangat bersih lagi seperti jaman dahulu kala," katanya.

Presiden mengungkapkan bahwa panjang Sungai yang membelah ibu kota Korea Selatan ini sepanjang 8 kilometer dan 5,8 km sudah dalam kondisi jernih. "Jika ada kemauan maka bisa langsung dibangun. Ini hanya 2,3 tahun zaman Wali Kota Lee Myung-bak sungai bersih seperti ini, sehingga wali kotanya jadi presiden," kata kepala negara.

Dikutip dari wikipedia, Lee Myung-bak adalah Presiden Korea Selatan yang menjabat pada periode 25 Februari 2008 sampai 25 Februari 2013. Lahir di Osaka, Jepang, 19 Desember 1946, Lee pernah menjabat CEO Hyundai Engineering and Construction.

Ayah tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki ini dikenang sebagai presiden yang berhasil mengubah pendekatan pemerintah Korea Selatan terhadap Korea Utara, memilih strategi garis keras untuk menghadapi provokasi dari Utara, sambil menyokong dialog regional dengan Rusia, RRC, dan Jepang.

Di bawah pemerintahan Lee, Korea Selatan meningkatkan visibilitas dan pengaruhnya di arena global, dan terpilih sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G-20 Seoul 2010.

Ia adalah anggota Partai Besar Nasional (Grand National Party). Sebagai wali kota Seoul, ia dikenal dengan kebijakan-kebijakan kontroversialnya seperti restorasi Cheonggyecheon. Ia mengakhiri masa jabatan lima tahunnya sebagai presiden pada 25 Februari 2013 untuk kemudian digantikan oleh Park Geun-hye.

Sayangnya, karir politik Lee diakhiri dengan kisah di dalam penjara. Lee tercatat sebagai presiden Ke-3 Korsel yang mencicipi jeruji penjara setelah Chun Do-hwan dan Roh Tae-won. Lee didakwa atas sejumlah kasus penyuapan, penyalahgunaan wewenang, penggelapan uang, hingga penghindaran pajak.

Belakangan, pengganti Lee yakni , Park Geun-hye juga bernasib sama. Keberhasilan Lee membersihkan Sungai Chongyesheon  tentu layak ditiru pemimpin DKI Jakarta, dan siapa tahu akan mengantarkannya menjadi presiden. Asal, tentu saja, tidak lantas semua nasib Lee Myung-bak ditiru habis dan berujung di penjara. 0 BIS