Jumat, 14 September 2018

Wouw, Tunggakan Penghuni Rusunawa di Jakarta Tembus Rp 27,8 M

Ist.
Beritabatavia.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan, sebanyak 16 ribu unit penghuni rumah susun sederhana sewa ( rusunawa ) di Jakarta menunggak pembayaran hingga Juli 2018. Jumlah tunggakan itu mencapai Rp 27,8 miliar. "Diantaranya, tunggakan listrik dan air," kata Meli.

Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rusunawa, setiap penunggak dikenakan denda dua persen per bulan. Total denda tunggakan rusunawa di DKI, kata Meli, mencapai Rp 7,9 miliar.

Tarif itu termasuk subsidi warga relokasi. Total nilai subsidi Rp 27,513 miliar. Padahal, tidak semua warga relokasi itu tidak mampu. "Warga terprogram ini masuk 2015, pas masuk ternormalisasi dan sebagainya, total 70.547 unit. Itu warga terprogram tidak semua miskin, mereka punya mobil dan bangunan," kata Meli seperti dilansir laman Tempo, Jumat (14/9/2018).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah mencabut peraturan yang dibuatnya untuk menaikkan tarif rusunawa. Awalnya, kenaikan diputuskan karena menganggap tarif tak berubah sejak program relokasi berawal pada 2012 di era pemerintahan Gubernur Joko Widodo.

Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2018 itu mengatur kenaikan sewa tarif di 17 rusunawa yang sudah dihuni dan rencananya berlaku mulai Oktober.

Meli mengatakan, Dinas Perumahaan hingga kini tidak mengeluarkan penghuni terprogram dari unit rusunawa. Kecuali, penghuni tersebut melakukan tindakan kriminal. "Warga terprogram tidak pernah kami usir kecuali mereka mengalihkan rusun dan kejahatan berat," kata Meli. 0 TMP