Senin, 17 September 2018

Jenderal Hoegeng Orang Baik & Orang Penting (bag 2)

Ist.
Beritabatavia.com - Kedekatan saat ini bisa dibangun dengan sistem teknologi informasi seperti : email, website, blog, facebook, twiter, jaringan SMS, telp 110 juga sistem-sistem jejaring dan backup yang terpadu satu dengan yang lainnya. Namun ada yang dikedepankan sebagai hubungan komunikasi secara langsung dari hati ke hati yang memang masih diperlukan.

Melalui program Community Policing/ polmas setidaknya jaringan komunikasi akan terus dapat dibangun. Bisa juga melalui forum kemitraan polisi masyarakat. Polisi akan menjadi dekat apabila cepat merespon dan cepat bertindak bila ada laporan atau keluhan masyarakat. Dan polisi akan menjadi simbol persahabatan bila keberadaan polisi aman, menyenangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Figur atau sosok pemimpin polisi seperti Hoegeng Iman Santoso masih relevan di ditumbuhkembangkan di era digital dalam membangun polisi yang profesional, modern dan  terpercaya. Hoegeng Iman Santoso bisa dikatakan polisi luar biasa yang mempunyai keistimewaan yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun polisi sipil dalam masyarakat yang demokratis.

Mungkin secara konseptual Hoegeng tidak meninggalkan pemikiran-pemikiran atau konsep-konsep penting bagi kepolisian. Namun, hidup dan kehidupanya dan prinsip-prinsip hidupnya menjadi luar biasa dan mengispirasi yang patut diteladani. Pada saat Birokrasi mengagungkan nilai-nilai materialistik dan korup tentu tidak akan tersentuh profesionalismenya dan nuraninya. Karena yang dikembangkan pendekatan-pendekatan personal. Sikap dan pemikiran Hoegeng, bisa jadi malah menjadi duri dalam daging atau dianggap tidak mampu memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang dimilikinya.

Hoegeng memang keras dan setia pada prinsipnya walau dia sendiri harus rela disingkirkan dan bahkan dicekal. Ia tetap saja mampu menikmati dan bangga dengan apa yang dia miliki dan ia memang konsisten dan konsekuen mengambil jalan hidupnya sebagai polisi.

Seseorang bangga pada profesinya karena merasa profesinya yang mulia,  nilai-nilai hakikinya adalah kebenaran dan kemanusiaan. Selain itu juga sadar bahwa memang layak dibanggakan karena mempunyai prestasi dan produk kerja yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan penegakan kebenaran. Saat ia menjadi menteri iuran negara tetap saja berpakaian dinas kepolisian, begitu bangga dan mencintai polisi yang ia sandang kemana-mana.
Dalam konteks ini Hoegeng memang menjadi duta kepolisian di institusi lain. Ia sadar akan posisinya sebagai penegak hukum yang memang harus tegas, namun humanis. Ia berani menunjukan bahwa ada polisi yang layak dan mampu menjadi mentri yang baik. Hingga kini  Hoegeng masih dikenang dan bahkan dijadikan ikon polisi yang bersih.

Gusdur dalam kelakarnya mengatakan : “ polisi yang tidak dapat disuap itu ada 3 yaitu patung polisi, polisi tidur dan pak Hoegeng “. Sebagai pemimpin yang loyal namun Hoegeng pun tergolong pemberani termasuk berani berkorban dan mengambil resiko dilepas dari jabatanya. Pada saat berseberangan dengan penguasa Orde Baru,  Ia berani mengatakan tidak, walau masih dalam usia yang tergolong muda sudah dipensiunkan (Usia 49 Tahun). Ia tunjukkan sikapnya bukan sebagai pengemis jabatan. Hal itu ditunjukanya saat berani menolak sebagai duta besar di salah satu negara Eropa
Timur.
Pada saat menjabat serasa seperti dewa, penuh kuasa, puja dan puji semua menjilatinya tetapi saat tiada kuasa mulailah keluar semu syndrome-syndromenya bahkan penyakit-penyakitnya pun diundangnya kembali, bagai orang yang esok akan mati jangankan berprestasi, hiduppun sudah seperti tiada arti. Inilah yang dijungkir balikkan oleh Hoegeng. Ia tetap bersahaja dan menjadi dirinya sendiri sebagai polisi yang baik.

Hoegeng sebagai orang baik dan ia pun orang penting yang memiliki integritas yang ditunjukkan dalam pikiran, perilaku dan perbuatannya. Integritas merupakan karakter seseorang yang mampu menyatukan pikiran, perkataan dan perbuatan. Maknanya adalah ketulus hatian, jujur tidak ada yang disembunyikan. Bukan pula menutupi suatu kebusukkan, kecurangan, atau hal-hal yang kontra produktif. Keberanian keluar dari main stream salahsatunya adalah kejujuran, tiada dusta.
Kekuatan untuk bertahan dalam kondisi susah sekalipun karena habitus dan praksisnya adalah kesederhanaan. Segala sesuatu tatkala dikerjakan dengan baik dan benar, apa yang ditakutkan? Ketakutan-ketakutan muncul tatkala ada dusta, ada kesalahan, ada main mata dengan penyimpangan, menikmati dan membiarkan penyalah gunaan terus ada.

Penyelenggaran tugas yang profesional, cerdas, bermoral dan modern, yang mampu mendeklarasikan sebagai program inisiatif anti korupsi, pelayanan prima, membuat para pejabatnya memiliki nyali. Gertak apapun yang dilontarkan padanya akan dengan mudah dijawab/ditepisnya.

Sebagai contoh apa yang dilakukan pak Hoegeng, walau kondisi ditekan, dicopot dari jabatan, diiming-imingi kenikmatan duniawi, ada kesempatan memperkaya diri, namun semua tidak dilakukan. Memilih bertahan dengan gaya hidupnya. Integritas Hoegeng terus melegenda, menjadi inspirasi dan ikon anti korupsi. Kejujuran dan kesederhanaan merupakan pilar kebenaran, dan dari situlah nyali keberanian akan berkobar. Tiada kekawatiran, tiada ketakutan.

Kesadaran, tanggung jawab dan disiplinya mampu merefleksikan suatu kecintaan dan kebanggaan pada pekerjaan bukan pada jabatan. Berani karena benar, kebenaran dilandasi kejujuran. Kesederhanaan juga merupakan kuatan untuk bertahan pada prinsip-prinsipnya walau harus kehilangan jabatan dan kesempatan-kesempatan lainnya. O DR.Chryshnanda DL

Berita Terpopuler