Selasa, 18 September 2018

Selama Kehamilan Jangan Sampai Gula Darah Tinggi

Ist.
Beritabatavia.com -
Sebuah studi baru menemukan bahwa wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan mengalami risiko lebih tinggiv terkena penyakit diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Penemuan tersebut juga mengungkapkan anak-anak lahir dari wanita yang rentan terhadap gula darah tinggi mungkin juga akan terpengaruh dan terkena obesitas saat dewasa.

“Bagi para ibu hamil, gula darah tinggi merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan kadar gula darah yang tidak normal, termasuk diabetes tipe 2 dan itu di luar risiko diabetes yang dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas,” kata peneliti yang juga profesor emeritus kedokteran di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago, Amerika, Dr Boyd Metzger seperti dilansir WebMD, Selasa (18/9).

Untuk penelitian ini, Dr Boyd dan timnya menggunakan data dari studi nasional yang diikuti ibu dan anak-anak mereka selama 10 hingga 14 tahun setelah kelahiran. Hasil dari studi asli menunjukkan bahwa gula darah yang meningkat sedikit menaikkan tingkat komplikasi untuk bayi sebelum dan sesudah kelahiran.

Tim Dr Boyd menemukan bahwa ada bahaya yang timbul dari kadar gula darah sedikit meningkat pada ibu dan anak selama lebih dari satu dekade. Temuan itu menunjukkan di antara wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan. Hampir 11% memiliki diabetes tipe 2 pada rentang waktu 10 hingga 14 tahun setelah melahirkan dan sekitar 42% memiliki pradiabetes.

“Di antara wanita yang tidak memiliki peningkatan gula darah selama kehamilan, sekitar 2 persen memiliki diabetes tipe 2 dan hanya lebih dari 18 persen yang pradiabetes,” ucap Dr Boyd.

Selain itu, para peneliti mempelajari lebih dari 4.800 anak-anak mengenai kelebihan berat badan dan obesitas. Para peneliti menemukan bahwa 19% dari anak-anak yang lahir dari ibu dengan kadar gula darah tinggi mengalami obesitas.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dengan mengendalikan berat badan dan aktivitas fisik secara teratur dapat sangat mengurangi perkembangan diabetes pada wanita yang sebelumnya memiliki diabetes gestasional,” ujar Dr Boyd.

Menurutnya, sangat penting bahwa semua ibu hamil diuji untuk mengidentifikasi mereka apakah ada riwayat diabetes gestasional atau tidak dan ibu hamil dengan kondisi tersebut sebaiknya harus dirawat selama kehamilan. “Dengan demikian, ibu hamil dan anakanak memiliki alasan baik untuk mempertahankan gaya hidup sehat sepanjang hidup mereka,” ujarnya.

Spesialis kedokteran ibu dan janin di Universitas NewYork Presbyterian Columbia Irving Medical Center di New York City, Amerika, Dr Noelia Zork menuturkan, wanita hamil dengan diabetes gestasional harus terus mengelola gula darah mereka dan membuat perubahan gaya hidup yang akan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

“Saya selalu memberikan pesan kepada pasien saya yang didiagnosis menderita diabetes gestasional agar mereka memberitahukan dokter yang menangani kehamilannya untuk terus mengontrol diabetes tersebut,” kata Dr Noelia.

Ia juga menambahkan, diabetes dapat dicegah sebelum kehamilan karena wanita harus dalam kondisi terbaik untuk memastikan kehamilan yang sehat bagi ibu dan bayinya.

“Setiap kali saya melihat seorang wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Salah satu hal yang saya bicarakan adalah berat badannya. Jadi, jika dia kelebihan berat badan atau obesitas, kami mendiskusikan untuk mencoba menurunkan berat badannya sebelum dia hamil,” kata Dr Noelia. 0 NIZ