Rabu, 19 September 2018

Pasca Demo ke Redaksi Waspada, Kapolri Didesak Copot Kapoldasu

Ist.
Beritabatavia.com - Aksi demo dari kelompok masyarakat pendukung salah satu pasangan Capres ke kantor redaksi harian Waspada, Medan, Sumatera Utara (Sumut) dituding akibat kelalaian Polda Sumatera Utara (Sumut).

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Waspada, Sofyan Harahap membenarkan, pihaknya menerima sejumlah massa yang  keberatan terkait pemberitaan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke kantornya, Minggu (16/9) lalu.
Padahal, Sofyan melanjutkan, pemberitaan soal Sandiaga Uno yang dimuat di halaman depan Harian Waspada tidak berisi kampanye politik untuk memilih pasangan Prabowo-Sandiaga. Kedatangan Sandiaga ke ibukota Sumatera Utara (Sumut) untuk agenda di luar politik.

"Kami jawab dan jelaskan, tidak ada yang salah dengan pemberitaan di headline kami. Tidak benar kalau Sandiaga melakukan manuver curi start kampanye karena kedatangannya ke Medan berkaitan dengan agenda keagamaan salat subuh di Masjid Al Jihad dan jalan sehat di Stadion Teladan, serta silaturahmi dengan pimpinan," katanya Sofyan kepada wartawan, Rabu (19/9/2018).
Sofyan memastikan, kunjungan Sandiaga tidak diwarnai kampanye, apalagi ajakan untuk  memilih pasangan  Prabowo-Sandi. Malah banyak hal positif dan baru diperoleh dalam wawancara eksklusif. Informasinya penting buat publik mengetahuinya.

Sofyan yang juga ketua dewan kehormatan PWI Provinsi Sumut mengatakan, setelah menjelaskan kepada massa terkait fungsi dan kebebasan pers, serta hak masyarakat untuk mengetahui informasi, juga jaminan kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat pasal 28 UUD. Barulah , massa membubarkan diri.

" Seharusnya aparat keamanan pro-aktif dan menyeleksi betul aksi-aksi demo yang murni atau dengan orderan agar tidak menjadi preseden jelek bagi pers nasional khususnya di Sumut," ujar Sofyan.

Sementara ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane menyayangkan sikap Polda Sumatera Utara (Sumut) yang membiarkan aksi demo dilakukan massa pendukung salah satu capres ke kantor surat kabar Waspada di  Medan pada Selasa (18/9/2018) lalu.

Menurut Neta, aksi demo ke kantor media massa adalah sebuah teror dan persekusi yang tidak boleh dibiarkan jajaran kepolisian. Peristiwa itu disebabkan kelalaian jajaran Polda Sumut.
 
“IPW mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Sumut karena membiarkan aksi demo ini,” tegas Neta Pane.

Hendaknya, polisi sudah paham bahwa bahwa media seperti Waspada adalah pilar keempat demokrasi. Maka sangat di sayangkan bila ada massa yang mengaku mengaku sebagai pendukung salah satu capres menggelar demo ke redaksi Waspada karena dikunjungi oleh Cawapres yang bukan mereka dukung.

Menurut Neta, aksi demo ke kantor Waspada tersebut potensi menimbulkan kebencian atau antipati terhadap massa tersebut maupun terhadap capres yang mereka dukung.

"Seharusnya Polda Sumut bertindak tegas membubarkan aksi massa tersebut dan jangan membiarkan aksi ini terjadi karena akan menjadi preseden yang bisa ditiru pihak lain. Untuk itu Polda harus memanggil dan memeriksa serta memproses hukum korlap aksi itu. Sebab tindakan mereka sudah melanggar UU Pers yang pelakunya bisa dipidana," ujar Neta.O son