Selasa, 25 September 2018

Bunga Simpanan di Bank Mulai Mekar dan Harum

Ist.
Beritabatavia.com - Bunga simpanan di perbankan mulai mekar dan harum. Kenaikan bunga ini sudah terjadi di produk simpanan deposito mulai dari simpanan berjangka 1 bulan hingga di atas 12 bulan. Dalam catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sejak Mei 2018 sampai Juli 2018 bunga simpanan berjangka 1 bulan sudah naik sebanyak 37 basis poin menjadi 5,96%.

Sementara untuk bunga simpanan 3 bulan meningkat sebanyak 21 bps dari 5,8% pada Mei 2018 menjadi 6,01% di bulan Juli 2018. Simpanan berjangka 6 bulan baru naik 1 bps dalam periode Mei-Juli 2018 menjadi 6,19%. Setelah sempat turun ke level 6,1% pada Juni 2018 dari posisi Mei 2018 yang ada di level 6,18%. Untuk bunga simpanan 12 bulan ke atas, tercatat meningkat 5 bps menjadi 6,45%.

Tren kenaikan bunga simpanan ini dilakukan bank setelah Bank Indonesia mengerek bunga acuannya 7-day reverse repo rate sebanyak 125 basis poin dalam periode tersebut.  Sejumlah bank mengatakan peningkatan bunga dana terutama deposito memang akan lebih cepat penyesuaiannya dibandingkan kenaikan bunga kredit.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya yang sudah menaikkan suku bunga deposito secara rata-rata 50 bps hingga saat ini. "Suku bunga counter deposito Bank BTN sampai dengan saat ini masih stabil. Apabila digabung special rate, rata-rata kenaikan 50 bps," tulis Direktur Resiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso, Selasa (25/9).

Di tengah sentimen bunga acuan The Fed bakal naik, diikuti kenaikan bunga acuan BI. BTN menyebut mengikuti kenaikan bunga di pasar. Terkait bunga kredit, masing-masing perbankan cenderung menyesuaikan kondisi perusahaan termasuk kenaikan tingkat bunga dana serta sentimen pasar. "Kalau bunga kredit pada dasarnya bank akan menyesuaikan, namun biasanya sekitar 3 bulan setelah ada penyesuaian dari bunga dana," tambahnya.

Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyebut saat ini untuk suku bunga deposito Rupiah. BNI sudah menaikkan rata-rata bunga di kisaran 25 bps sampai 50 bps di masing-masing jenis deposito.

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyebutkan sejak akhir tahun 2017 lalu, pihaknya sudah mengerek bunga deposito sebanyak empat kali. "Sejak tahun lalu sudah empat kali ada kenaikan bertahap. Sejalan dengan kenaikan BI Rate," ungkapnya. Bila ditotal, setidaknya CIMB Niaga sudah naikkan bunga deposito sebesar 125 bps sejak akhir tahun lalu.

Lani berharap, Bank Indonesia tidak menaikkan tingkat bunga acuannya kembali dalam rapat dewan gubernur (RDG) mendatang. Alasannya, hal tersebut dipastikan akan berdampak pada naiknya tingkat bunga pinjaman.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mengungkapkan sampai Agustus 2018 setidaknya perseroan menaikkan bunga deposito sebanyak 25 bps untuk tenor tertinggi menjadi 6,5%. "Agustus kenaikannya, posisinya berbarengan dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) rate dinaikkan," kata Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha.

Sementara sejak awal tahun, bila di rata-rata Bank Jatim sudah naikkan bunga deposito sebanyak 75 bps. Namun, walau tendensi bunga kredit juga beranjak naik. Ditambah adanya potensi kenaikan BI Rate dan FFR pekan ini tak membuat Bank Jatim berniat menaikkan tingkat bunga kredit.

"Saat ini belum ada (kenaikan kredit) karena persaingan ketat dan pertumbuhan kredit mau kami maksimalkan," tuturnya. Ferdian menambahkan, dalam menaikkan bunga kredit pihaknya lebih memilih untuk menunggu kondisi pasar, terutama bank kompetitor. 0 KNT
Berita Lainnya
Rabu, 28 November 2018
Senin, 26 November 2018
Minggu, 25 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
Kamis, 22 November 2018
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Selasa, 13 November 2018