Jumat, 28 September 2018

Pasca Vandalisme, MRT Jakarta Tingkatkan Pengamanan

Ist.
Beritabatavia.com - PT MRT Jakarta terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di seluruh area dan fasilitas depo, pasca terjadinya aksi vandalisme pada gerbong kereta di depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Ini kami lakukan agar aksi vandalisme seperti yang kemarin tidak terjadi lagi," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar di Jakarta, Jumat (28/9).

William menuturkan, peningkatan pengawasan dan pengamanan tersebut dilakukan dengan menambah sarana pengamanan seperti CCTV dan peninggian tembok di Depo Lebak Bulus dan ditambah dengan kawat berduri. Jika sebelumnya kamera CCTV di area Depo Lebak Bulus hanya empat, sekarang ditambah dan menjadi 14 unit.

Selain itu, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Polda Metro Jaya agar dilakukan penjagaan terhadap seluruh fasilitas publik MRT Jakarta. Ia menambahkan, sampai saat ini tanggung jawab pengamanan sebenarnya masih menjadi kewenangan kontraktor.

"Tetapi begitu wewenangnya diserahterimakan dan MRT mendapatkan kewenangan penuh maka kami akan langsung menerapkan sistem keamanan berlapis," tandasnya.

Sementara Pelaku vandalisme MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mulai teridentifikasi. Namun, polisi masih butuh pendalaman untuk memastikan orang itu benar pelakunya.

"Diduga pelaku ini mulai teridentifikasi ada satu orang. Saya tidak menyebut inisial karena tentunya kami mengedepankan asas praduga tak bersalah, jadi ketika kita sudah menemukan orang itu, kita periksa, dalami," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar

Indra mengatakan terduga pelaku itu teridentifikasi melalui CCTV dan keterangan para saksi. Terduga pelaku sudah berusia dewasa dan memiliki keahlian menggambar. "Sudah dewasa, dan memang dia punya kemampuan untuk menggambar, kalau kita lihat hasil lukisannya kan berbeda dengan yang seperti di underpass. Mungkin dia kelompok atau komunitas gitu ya," jelasnya.

Pelaku vandalisme ini akan dikenai sanksi yang berkaitan dengan perusakan barang milik negara. Sementara itu, Indra belum memastikan apakah kejadian vandalisme ini karena kurangnya pengamanan di Depo MRT Lebak Bulus. "Ini belum kami analisa, karena area itu sendiri kan steril seharusnya, dan pintu aksesnya tertutup, ini masih dugaan saja ya," ujar Indra.

Indra mengatakan pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Polisi juga akan turut mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas dan barang milik negara. "Mari kita sama-sama menjaga fasilitas negara yang kita miliki, yang juga kita nikmati bersama. Ini barang masih baru udah dicorat-coret," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan kereta MRT ditemukan dalam kondisi dicoret-coret pihak tak bertanggung jawab. Diduga pelaku aksi vandalisme tersebut masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus dengan memanjat dan melompati dinding Depo Lebak Bulus. Polisi menerima informasi soal vandalisme di kereta MRT itu sekitar pukul 07.00 WIB, Jumat (21/9). Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. 0 RIO