Senin, 01 Oktober 2018

Tsunami Sulteng, Presiden Jokowi Izinkan Masuknya Bantuan Asing

Ist.
Beritabatavia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyiapkan kebijakan untuk menerima bantuan dari pihak swasta termasuk asing untuk korban bencana tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kebijakan itu nantinya akan berbentuk Instruksi Presiden (Inpres). Kebijakan ini dikeluarkan setelah ada cuitan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tom Lembong, Senin (1/10) pukul 08.37 WIB.

Lewat akun Twitter-nya, Kepala BKPM Tom menjelaskan tadi malam Presiden Joko Widodo memberikan izin kepada BKPM untuk menerima bantuan darurat untuk korban bencana gempa dan tsunami Donggala. "Saya diminta untuk membantu koordinasi dari pihak swasta dari seluruh dunia, silakan kirim pesan lewat media sosial saya tom@bkpm.go.id," tulisnya.

Setelah dikonfirmasi, Tom pun menyebutkan, kebijakan itu nantinya akan tertuang dalam Inpres. "Dokumen sedang disiapkan. Jadi Saya membantu mengoordinasi bantuan dari pihak swasta internasional. Mohon kirimkan pesan Anda ke akun media sosial saya atau surat elektronik," paparnya.
 
Sementara Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang kini sedang berada di New York, AS.

"Beliau mengatakan Presiden telah menyatakan menerima bantuan internasional sesuai kebutuhan kita. Artinya kita "welcome" dengan tawaran internasional," tuturnya dalam akun Twitter resminya, Senin (1/10).

Sutopo melanjutkan hal ini akan diatur oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Adapun BNPB dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tengah mempersiapkan mekanisme penerimaan dan penyaluran bantuan tersebut.

Seperti diketahui, pada Jumat (28/9), terjadi gempa berkekuatan 7,4 SR yang berpusat di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa ini disusul oleh tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan daerah sekitarnya. Gempa tersebut berlangsung sekitar dua bulan setelah gempa besar juga mengguncang Lombok dan wilayah sekitarnya. 0 NIZ