Senin, 01 Oktober 2018

Fadli Zon Pelesetkan Potong Bebek Angsa Langgar UU

Ist.
Beritabatavia.com - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang mempelesetkan lagu anak-anak berjudul Potong Bebek Angsa menjadi konten bersifat politis. dianggap melanggar Undang-undang (UU). Atas perbuatanya, Wakil Ketua DPR RI itu dijerat Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Tindakan Fadli Zon masuk dalam kategori perbuatan yang dilakukan tanpa hak menyebarkan informasi. Artinya, mempelesetkan lagu anak-anak dan mengubahnya menjadi konten politis dilakukan secara sengaja dengan tujuan memberi pengaruh negatif dan menimbulkan rasa benci individu atau kelompok," papar Kepala Biro Multimedia DivHumas Polri Brigjen Budi Setiawan di Metro Pagi, Senin (1/10/2018).

"Pemilu damai kan penekanannya kan agar sejuk tapi kalau kita lihat pelesetan lagu Potong Bebek Angsa ini melanggar Undang-undang dan sudah tidak wajar," sambungnya.

Senada dengan Budi, Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie tak membenarkan tindakan Fadli Zon sebab hal tersebut sama dengan menyebarkan berita bohong yang tidak berbasis pada fakta. "Berita bohong sudah jelas tak berbasis fakta, yang berbahaya yang meleset-meleset seperti lagu Potong Bebek Angsa ini. Kalau anak-anak ikut menyanyikan lagu itu bahaya," ungkapnya.

Dilanjutkan, dalam satu kontestasi ada saja salah satu pihak yang menyebalkan dengan membuat konten panas cenderung menyentuh hoaks. Hal ini sengaja dilakukan agar pelaku bisa menghindar dari hukum atas dugaan pelanggaran yang seharusnya bisa dipidana. "Ini orang-orang pintar yang melakukan. Orang ini mempermainkan hukum dengan membuat konten yang menyerempet, ketika hampir kena dia punya cara untuk mengelak," jelasnya.

Sebelumnya Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest melaporkan Fadli Zon terkait unggahan video Potong Bebek Angsa PKI.
ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/9). "Lirik dalam video itu menurut saya berpotensi membuat keresahan, menaikkan tensi di masyarakat, membuat keonaran, dan menciptakan rasa tidak percaya kepada pemerintah," kata Rian.

Dalam pelaporannya, Rian membawa screen capture cuitan Fadli Zon serta rekaman video yang diunggah. Namun saat keluar, Rian tak menunjukkan bukti nomor laporan tanda diterimanya laporan. Ia membantah laporannya ditolak Bareskrim.

Mengenai unggahan lagu Fadli Fadli Zon di twitter, Rian mengaku sudah berkomunikasi dengan yang bersangkutan agar menghapus unggahan tersebut. Namun, kata dia, Fadli Zon menolak. Rian menilai lirik lagu itu mengandung unsur kampanye hitam dan unsur hoax. "Jadi kalau sebenernya Bung Fadli Zon mengatakan bahwa ini kreativitas, saya akan katakan kembali, Bung Fadli Zon, kreativitas ada batasnya, semua hal di dunia ini ada batasnya," kata Rian.

Menurut Rian unggahan Fadli Zon bisa mengganggu stabilitas politik. Apa yang dilakukan Fadli Zon, ujar dia, merupakan upaya memecah belah bangsa. "Praktik-praktik politik tidak pantas seperti ini kami rasa inilah saatnya kami berikan efek jera, tentu melalui mekanisme hukum yang berlaku. Makanya kami melaporkan Saudara Fadli Zon," kata dia.

Sebelumnya, Fadli Zon mengunggah video Potong Bebek Angsa PKI di twitter. Dalam video itu tiga pria dan enam perempuan tampak berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik. Lagu Potong Bebek Angsa itu diubah liriknya menjadi sarat politik jelang pilpres 2019. Secara keseluruhan, lagu memuat lirik berisi sindiran kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berikut potongan lirik lagu dalam video yang diunggah Fadli:

Potong bebek angsa masak di kuali
Gagal urus bangsa maksa dua kali
Fitnah HTI fitnah FPI
Ternyata mereka lah yang PKI
Fitnah HTI fitnah FPI
Ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali
Gagal urus bangsa maksa dua kali
Takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalalalalalalalala
Takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalalalalalalalala

Tak lama kemudian Fadli Zon mengklarifikasi unggahan video tersebut bukan buatannya. Klarifikasi itu ia sampaikan melalui akun twitter pribadinya pada 23 September lalu.

"Video yang saya posting itu bukan saya yang membuat. Saya lihat itu kreativitas masyarakat. Lagipula ini negara demokrasi. Kreativitas tersebut masih ada di koridor demokrasi. Demokrasi kita mengajarkan suatu kebebasan selama tidak memfitnah orang lain," demikian kicauan Fadli Zon. 0 MTV