Senin, 01 Oktober 2018

Tragis, Bayi Perempuan di Tangerang Disandera Bidan

Ist.
Beritabatavia.com -

Hampir sepekan, Randy Ginting (30) dan istrinya Atika (33) warga  Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang tak bertemu anak ketiganya yang baru lahir. Bayi perempuan itu hilang setelah diduga disandera oleh bidan, karena keterlambatan melunasi pembayaran operasi cecar.

Randy Ginting menceritakan peristiwa hilangnya bayi berusia satu minggu yang belum diberi nama itu. Berawal ketika Randy mendapat kabar bahwa istrinya akan melahirkan. Sopir taksi itu kemudian membawa Atika ke bidan di Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang.

Saat itu, kondisi Atika sudah pecah ketuban sehingga harus dilakukan operasi. Bidan tersebut menawarkan Randy membawa istrinya ke Rumah Sakit Permata Ibu di kawasan Kunciran, Cipondoh, Kota Tangerang.

“Sesampainya di rumah sakit, istri saya ditangani dan bidan menawarkan paket bidan Rp10 juta. Saat itu juga saya menandatangani surat-surat yang saya tidak baca isi poin-poinnya karena sedang panik,” kata Randy di Tangerang, Senin (01/10/2018).

Randi menjelaskan, bidan menawarkan paket Rp10 juta untuk biaya persalinan. Istrinya pun melahirkan bayi perempuan melalui operasi Cesar. “Saat itu karena saya tidak punya uang, saya minta butuh waktu untuk membayarnya. Tapi, oleh bidan diminta untuk hari itu juga membayarnya,” kata Randi.

Karena tak memiliki uang untuk membayar paket bidan, Randy meminta pembayaran proses melahirkan menggunakan BPJS. Oknum bidan itu mempersilahkan Randy tak menggunakan paket bidan dengan catatan harus membayar Rp17 juta.

“Uang tersebut sebagai biaya perawatan di rumah sakit dan transfusi karena saya melepas paket bidan. Tapi saat akan mengurus pembuatan BPJS, saya malah dipersulit, tidak diberikan akta lahir oleh rumah sakit,” ujarnya.

Beberapa hari dirawat, istri dan bayi perempuan akhirnya bisa keluar dari rumah sakit atas permintaan bidan lantaran ia belum melunasi pembayaran. “Saya disuruh mencicil, saat tengah mengupayakan dananya, tiba-tiba berselang empat hari, istri dan anak saya disuruh pulang, itu pun tanpa sepengetahuan dari saya,” bebernya.

Bahkan, seperti dilansir laman Poskotanews, kepulangan istri dan anaknya yang diantarkan ke rumah bidan itu, tidak langsung menuju ke rumah, melainkan ke tempat praktek bidan tersebut.

“Saat pulang dari rumah sakit, istri saya ngomong ke bidan kalau mau menunggu saya. Tapi oleh bidan itu dipaksa untuk pulang dan bidan itu ngomong ‘ribet suami kamu itu’. Ternyata, saat di jalan, hanya istri saya saja yang diantar pulang ke rumah, sedangkan bayi saya ditinggal di tempat praktek bidan,” jelas Randi.

Randi menambahkan, bidan tersebut pun sempat mengatakan bahwa bayinya itu dititipkan ke rumah penyimpanan anak dengan mematok biaya penitipan Rp250 ribu per hari kepada istrinya. “Tanpa bisa berbuat apa-apa, istri saya yang masih dalam keadaan lemas langsung menangis dan menceritakan hal tersebut kepada saya saat di rumah,” papar Randi.

Randi pun mencoba konfirmasi kepada pihak rumah sakit terkait istri dan anaknya dapat keluar dari rumah sakit. Sebab dirinya belum membayar biaya persalinan di rumah sakit tersebut.

“Dari keterangan rumah sakit memberikan jawaban kalau urusannya hanya dengan pihak bidan  saja. Dari situ saya pun punya pemikiran adanya permainan antara keduanya,” katanya.

Namun, lanjut Randi, saat pihaknya mencoba kembali berkomunikasi dengan bidan tersebut, Kamis (27/9/2018), telepon genggamnya tidak aktif. “HP nggak aktif, saya datangi ke lokasi prakteknya pun tidak ada aktifitas disana. Hingga saya coba hubungi lagi sampai hari Sabtu pun nggak aktif,” ucapnya.

Menurutnya, lantaran tak ada komunikasi dengan bidan, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Tangerang Kota. Ia ingin kasus diselidiki dan bayinya bisa kembali. “Di hari Sabtu itu, saya bersama polisi juga sudah mendatangi tempat praktek bidan itu. Tapi tempat prakteknya terkunci rapat,” katanya.

Selama enam hari tak ada informasi keberadaan anaknya, Randi berharap bisa dipertemukan kembali dengan buah hatinya itu. “Berharap anak saya bisa kembali dan pulang. Karena sudah enam hari ini saya tidak tahu keberadaan bidan tersebut dimana,” pungkas Randy 0 PKO







Berita Lainnya
Senin, 03 Desember 2018
Minggu, 02 Desember 2018
Jumat, 30 November 2018
Kamis, 29 November 2018
Rabu, 28 November 2018
Rabu, 28 November 2018
Senin, 26 November 2018
Minggu, 25 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
Kamis, 22 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Selasa, 20 November 2018