Kamis, 04 Oktober 2018

8 Tokoh Sebarkan Hoaks Ratna Sarumpaet Terancam 10 Tahun Bui

Ist.
Beritabatavia.com - Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Al Aidid melaporkan sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Rabu malam terkait ujaran kebencian dan kabar bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Mereka yang dilaporkan: Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahean, Habiburokhman, Dahnil Anzar Simanjuntak hingga Ratna Sarumpaet sendiri. Laporan Cyber Indonesia ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/5315/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Dijelaskan, laporan itu dibuat seiring beredarnya kabar bohong yang dilontarkan Ratna Sarumpaet mengenai pengeroyokan atas dirinya di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September 2018 malam. "Kami melaporkan Ratna Sarumpaet yang diduga kuat sebagai pelaku utama dan penyebarnya, baik di media sosial, media online dan televisi," ujar Muannas di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10) malam.

Juga laporan terhadap Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahean, Habiburokhman dan Dahnil Anzar Simanjuntak disebut karena melontarkan informasi bohong yang mengarah pada ujaran kebencian melalui media sosial, baik Twitter maupun Facebook, dan media massa.

Sedangkan Sandiaga Uno disebut menyebarkan berita bohong melalui keterangan-keterangannya di berbagai media online terkait hoaks Ratna Sarumpaet. "Sementara Prabowo Subianto bisa diduga sebagai penyebar hoaks di televisi melalui konferensi pers," ujar Muannas.

Dalam membuat laporan, Muannas membawa sejumlah barang bukti berupa flashdisk yang berisi screnshoot ujaran para terlapor baik di media sosial maupun di media online. Tak hanya itu, sejumlah video pun disertakan untuk mendukung laporan Cyber Indonesia.

Para terlapor diduga telah melakukan ujaran kebencian dan melanggar Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 dan atau Pasal 35 junto Pasal 51 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 10 tahun penjara. "Kalau melihat dari kelompok dan statement yang dibangun sama artinya sama-sama mengutuk, padahal tidak berdasarkan data. Saya yakin Polri akan profesional," pungkas Muannas.

Laporan Cyber Indonesia ini, merupakan laporan keempat kalinya masuk di Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Nico Afinta mengatakan polisi bakal memeriksa pihak-pihak yang ikut menyebarkan informasi soal dugaan penganiayaan yang dialami oleh aktivis #2019GantiPresiden Ratna Sarumpaet.

"Siapa saja saksi ini yang memberikan info terkait keadaan ibu Ratna akan kami periksa. Bisa keluarga atau siapapun yang menyampaikan, bahkan laporan yang sudah masuk ke Polda Metro," ungkap Nico di Polda Metro Jaya.

Nico memaparkan sampai saat ini polisi masih mencoba memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti terkait kebenaran informasi penganiayaan yang dialami oleh Ratna.  "Laporan polisi kami masih lakukan pemeriksaan saksi mengumpulkan barang bukti, surat-surat, dan sebagainya setelah pemriksaan lengkap kami akan koordinasi dengan jaksa penuntut umum. Proses masih berjalan hasil penyelidikan akan koordinasi dengan bareskrim hasilnya bagaimana nanti akan kami sampaikan," tutur Nico.

Dijelaskan, Sejauh ini beberapa nama politikus melalui akun Twitter-nya telah menyebarkan informasi terkait dugaan penganiayaan yang dialami Ratna. Pada 2 Oktober 2018 lalu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebarkan informasi bahwa Ratna mengalami penganiayaan.
Politikus Partai Gerindra Rachel Maryam pun melakukan hal yang sama. Dia bahkan mengunggah foto wajah ratna yang tengah babak belur.

Ratna Sarumpaet mengaku dianiayaan oleh sekelompok orang saat menghadiri acara konferensi internasional di Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018 malam. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, pada tanggal yang sama Ratna tengah berada di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bina Estetika, Menteng, Jakarta. Rumah Sakit itu merupakan rumah sakit kecantikan. Ternyata pengakuan Ratna merupakan kebohongan dan hoaks untuk menyebarkan menuduh musuh politiknya sebagai pelakunya. 0 MDK
Berita Lainnya
Minggu, 02 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Rabu, 28 November 2018
Senin, 26 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Senin, 19 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018