Sabtu, 06 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Resmi Ditahan

Ist.
Beritabatavia.com - Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya memutuskan menahan aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran informasi bohong atau Hoaks. Ratna ditahan setelah penyidik mengumpukan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi serta keterangan tersangka.

“Penyidik melakukan penangkapan dan mulai malam ini penyidik melakukan penahanan Dengan surat perintah penahanan Sph/925/10/2018.Ditreskrimum polda Metro jaya. Mulai malam ini Dilakukan penahanan dan tersangka sudah menandatangani,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Jumat (5/10/2018) malam.

Aktivis perempuan kontroversial tersebut di tahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya selama 20 hari terhintung sejak hari ini. “Kenapa dilakukan penahanan?, Alasannya adalah subjektifitas penyidik, jangan sampai melarikan diri, jangan sampai mengulangi perbuatan, dan menghilangkan barang bukti,” tandas Argo.

Ratna Sarumpaet membuat gempar publik setelah memberikan pernyataan menjadi korban kekerasan di kawasan Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/9/2018) hingga wajahnya mengalami lebam serta bengkak. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan menemukan fakta berbeda.
argo-(yendhi)

Pada hari dan tanggal yang disebutkan, Ratna justru diketahui berada di Rumah Sakit Bedah Bina Estetika dikawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sejumlah barang bukti memperkuat kebohongan Ratna.

Seniman wanita itu langsung melakukan jumpa pers dan membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengaku telah mengarang cerita dan sengaja menyebarkan berita bohong (Hoax) ke sejumlah orang termasuk capres, Prabowo Subianto.

Ratna pun kembali membuat heboh setelah hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Namun, sebelum terbang Ratna lebih dulu ditangkap imigrasi dan dijemput anggota Polda Metro Jaya.

Ratna di tangkap karena sudah dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun. 0 PKO


Berita Lainnya
Rabu, 28 November 2018
Senin, 26 November 2018
Kamis, 22 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Senin, 19 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Jumat, 09 November 2018
Kamis, 08 November 2018
Rabu, 07 November 2018
Selasa, 06 November 2018
Jumat, 02 November 2018