Minggu, 07 Oktober 2018

IMF di Bali Usulan Rezim SBY, Jokowi Cuma Jalankan

Ist.
Beritabatavia.com - Hajatan Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua Bali pada 8 hingga 14 Oktober 2018 merupakan gagasan saat zaman pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hajatan ini menjad senjata utama bagi Kubu Prabowo untuk menyerang Presiden Jokowi karena menghabiskan anggaran yang besar juga dianggap tidak ada manfaatnya sehingga harus dibatalkan

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding mengklaim pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan International Monetary Fund (IMF) sudah digagas saat zaman pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan Rizal Ramli yang menyebut pertemuan IMF tidak perlu menghabiskan dana sekitar Rp800 miliar tatkala Indonesia sedang menghadapi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Acara IMF yang di Bali ini acara yang sebenarnya sudah sangat lama diusulkan pemerintah bahkan ketika masih ibu Sri Mulyani dalam hal ini pemerintahan Pak SBY menjabat," kata Karding di Jakarta, Minggu (7/10).

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah dan BI menggelontorkan anggaran Rp810 miliar demi penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank. Karding mengklaim dana sebesar itu tak seluruhnya digunakan secara khusus untuk menjamu para peserta di acara pertemuan IMF-WB.

Ia mengatakan sebagian besar dana tersebut digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun underpass di Simpang Bundaran Patung Ngurah Rai guna mengatasi kemacetan yang mungkin terjadi saat penyelenggaraan pertemuan tersebut.

Tak hanya itu, pembenahan infrastruktur yang sama juga dilakukan PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Ngurah Rai, Bali. "Jadi itu data yang kami peroleh terkait penggunaaan dana. Jadi tidak untuk berfoya-foyanya peserta," kata Karding.

Selain itu, Karding mengklaim pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani masa tanggap darurat hingga rehabilitasi bencana gempa dan tsunami yang menimpa Palu dan Donggala hingga tuntas.

Ia mengatakan acara pertemuan IMF-WB tak akan mengganggu fokus pemerintah untuk tetap membantu proses pemulihan gempa dan tsunami di kedua wilayah tersebut. "Faktanya penanganan gempa di Sulteng, saya kebetulan orang Palu lahir di Donggala itu pemerintah menunjukkan komitmen yang luar biasa dan telah bekerja luar biasa dan hasilnya pun mulai progresnya semakin hari semakin baik," kata Karding.

Disamping itu, Karding pun turut menegaskan pertemuan IMF-WB kali ini merupakan acara penting untuk menunjukan kesan baik Indonesia dimata di dunia internasional.

Ia pun optimis pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan sekitarnya bakal tumbuh akibat imbas dari pertemuan tersebut. "Diperkirakan memberikan dampak penghasilan itu sekitar 1,6 triliun misalnya di Bali saja, belum daerah lain, dan yang kedua belum lagi kerja sama kerja yang bisa dibangun antar negara atau dengan bank dunia dan sebagainya," kata dia. 0 CNN

Berita Terpopuler
Minggu, 16 Desember 2018
Berita Lainnya
Senin, 26 November 2018
Minggu, 25 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
Kamis, 22 November 2018
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018