Rabu, 10 Oktober 2018

Kejiwaan Ratna Sarumpaet Diperiksa

Ist.
Beritabatavia.com - Empat hari mendekam di penjara Polda Metro Jaya, tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet menjalani pemeriksaan psikologi terkait kejiwaan dan kondisi kesehatannya. Pemeriksaan dilakukan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018) siang.

Ratna tiba di Biddokes sekitar pukul 14.10 WIB, Rabu, 10 Oktober 2018. Dia mengenakan kemeja biru dengan kerudung abu-abu dibalut rompi oranye. Dia tak banyak bicara. "Sehat, sehat, sehat" kata Ratna di lokasi sampai tiga kali.

Tidak ada tanggapan lain, meski telah dicecar pertanyaan oleh wartawan. Ratna tutup mulut dan langsung melenggang masuk ke ruang pemeriksaan. Polisi yang berjaga di Bidokkes hanya memperbolehlan wartawan sampai pintu masuk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Ratna akan menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim dokter salah satunya yakni psikiater. “Pemeriksaan tim dokter. Didalamnya ada psikolog,” kata Argo dikonfirmasi wartawan.

Dia membantah pemeriksaan kesehatan sebagai syarat atas permohonan tahanan kota yang diajukan oleh pengacara dan keluarga Ratna Sarumpaet. “Pemeriksaan rutin ya,” katanya mengulang.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Penangkapan setelah Ratna dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dalam kasus ini, polisi meminta keterangan terhadap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dan dokter Rumah Sakit Bina Estetika serta mantan Ketua MPR-RI, Amien Rais. 0 DAY