Rabu, 10 Oktober 2018

BBM Naik Pemerintah Panik

Ist.
Beritabatavia.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dituding bentuk kepanikan pemerintah akibat nilai rupiah yang sedang menuju angka Rp 16 ribu per dollar Amerika Serikat (AS).
Wakil ketua umum (Waketum) DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan, kenaikan harga BBM adalah bentuk kepanikan pemerintah atas nilai rupiah yang terus merosot terhadap dollar AS.
“Apa yang dikatakan Kangmas Joko Widodo dan mba Sri Mulyani serta Luhut Panjaitan, meskipun nilai tukar rupiah melemah katanya ekonomi Indonesia aman aman saja ,karena pemerintah bisa menjaga Inflasi dan ekonomi pada kwartal kedua masih tumbuh 5,27 persen,” kata Arief Poyuono, Rabu (10/10). 

Sayangnya, Arief melanjutkan, setelah Oktober harga BBM non subsidi naik ,kurs rupiah akan menuju 16 ribu. Sehingga pemerintah tidak punya alasan lagi untuk membantah krisis ekonomi disusul dengan krisis kepercayaan terhadap omongan mereka.

Kenapa ? ujar Arief, otomatis akibat harga BBM non susbsidi naik maka menyebabkan harga barang dan jasa naik serta biaya operasional perusahaan naik dan nilai  inflasi akan liar alias naik tinggi. Bahkan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2018 akan berada dibawah 5 persen. Bank Indonesia juga akan kembali menaikkan suku bunga.

“Nah kalau sudah begitu siap siap terjadi kredit macet di perbankan Indonesia dan yang punya duit di bank berhati hati karena Kemungkinan bisa terjadi bank pada collapse alias BBO ( bank beku operasi) ,” ungkapnya.

Kemudian, Arief melanjutkan, akan terjadi PHK besar-besaran terhadap buruh ,karena banyak perusahaan tutup akibat tidak mampu bayar gajinya dan  produk produk mahal kurang laku.

Nah apalagi jika terus harga minyak dunia menyentuh level 100 USD / barrel , dipastikan harga BBM tidal adalagi yang di subsidi karena anggaran negara saja sudah defisit parah .

Kenaikan harga minyak dunia akan berdampak pada naiknya harga gas dan batubara dan harga LPG disusul kenaikan tarif listrik. Kondisi seperti ini tidak mungkin Jokowi mampu bertahan dua priode, justru sayonara.

Sebagai informasi, Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi, yaitu Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex (solar non subsidi). Mengutip keterangan resmi Pertamina, kenaikan tersebut berlaku di seluruh Indonesia mulai hari ini pukul 11.00 WIB.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax naik Rp 900 menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp 9.800 per liter. O son