Senin, 15 Oktober 2018

Wajib Dijauhi, Makanan ini Pemicu Kanker

Ist.
Beritabatavia.com - Penyakit kanker adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia namun dengan mengikuti diet ini, potensi kanker bisa turun 30% sampai 50%. Situs Healthline.com, Senin (15/10/2018) mengikuti kebiasaan diet yang tepat akan menurunkan ataupun meningkatkan risiko kanker. Lebih dari itu, nutrisi juga ,emainkan peran dalam menjaga kanker.

Cukup sulit untk menentukan, makanan apa yang menimbulkan kanker. Meskipun begitu, hasil studi dan observasi mengindikasikan tingginya konsumsi pada banyak jenis makanan bisa mengembangkan potensi kanker.

#. Gula dan Produk Karbohidrat Olahan

Makanan olahan, umumnya tinggi kadar gula dan rendah serat, dan nutrisi seperti ini memicu risiko besar terkena kanker. Para peneliti telah menemukan bahwa jenis diet yang menaikkan kadar gula bisa meningkatkan risiko kanker, beberapa diantara adalah; kanker usus, dan kanker payudara. Dalam sebuah studi, lebih dari 47.000 orang dewasa ditemukan mengonsumsi diet dengan karbohidrat olahan yang mana dua kali berpotensi menimbulkan kanker kolon, daripada mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat.

Dapat disimpulkan, level yang lebih tinggi dari gula darah dan insulin bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko kanker. Insulin telah menstimulasi sel, dan mendorong pertumbuhan serta penyebaran kanker dalam sel, dan kondisi ini membuat mereka sulit untuk dibuang. Sebagai tambahan, tingginya tingkat insulin dan gula darah dapat menyebabkan pembengkakan di dalam tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menumbuhkan sel yang tidak normal dan bisa menjadi pemicu kanker.

Hal ini juga mungkin bagi orang-orang penderita diabetes, yang dikategorikan sebagai penderita gupa darah dan kadar insulin tinggi, meningkatkan risiko berbagai macam kanker. Sebagai contoh, kanker usus halus, 122% lebih disebabkan oleh diabetes. Untuk menjaga kanker, cara mengurangi makanan yang memicu kenaikan kadar insulin seperti makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan.

#. Daging Olahan

The International Agency for Research on Cancer (IARC) menyebut daging olahan mengandung karsinogem yang menjadi pemicu kanker. Daging olahan melalui proses penaburan bumbu seperti pengasinan, atau pembakaran. Misalnya hot dog, daging bacon, daging ham, dan lainnya.
Studi dan observasi menemukan hubungan antara mengonsumsi daging olahan dan kenaikan risiko kanker, khususnya kanker usu halus. Ada 20%-50% orang yang banyak mengonsumsi daging olahan berpotensi menaikkan risiko kanker usu halus, dibandingkan dengan orang yang sangat jarang mengonsumsi makanan ini.

Dari 800 studi lain menemukan bahwa mengonsumsi 50 gram dari daging olahan per hari seperti selembar bacon dan satu hot dog menaikkan risiko kanker usus halus 18%. Beberapa studi seringkalin tidak menampilkan hubungan antara daging olahan dan daging yang tak diolah atau daging merah. Beberapa review menyatakan kombinasi hasil dari beberapa studi menemukan bukti keterkaitan daging merah terhadap kanker masih tak tetap.

#. Makanan Terlalu Matang

Makanan dengan suhu yang tinggi dengan digoreng atau dibajar dapat menambah komponen heterocyclic amines (HA) dan advanced glycation end-products (AGEs). Komponen yang merusak ini dapat berkontribusi membuat pembengkakan dan mungkin menyebabkan kenaikan risiko kanker.

Makanan mengandung protein daging seperti halnya makanan olahan, umumnya bisa merusak ketika memiliki suhu yang tinggi. Contohnya; daging, keju, telor goreng, mentega, krim keju, mayonaise, kacang, dan minyak. Untuk menurunkan risiko kanker, maka perlu memilih cara memasak yang lebih sehat, khususnya ketika makan daging, misalnya dengan mengukus atau merebus.

#. Produk Olahan Susu

Beberapa studi dan hasil observasi mengindikasikan tingginya konsumsi produk susu bisa menaikkan risiko kanker prostat. Sebuah studi yang diikuti hampir 4000 lelaki dengan kanker prostat menghasilkan produk susu menjadi pemicu kanker ini dan bisa mempercepat kematian. Banyak riset yang diperlukan lagi untuk menunjukkan penyebab dan dampak dari riset ini. Berdasarkan riset, kalsium, insulin, ataupun hormon estrogen dari sapi yang tengah beranak dapat menjadi penyebab kanker prostat.

#. Overweight dan Obesitas

Dibandingkan infeksi lain, obesitas adalah satu-satunya risiko penyebab kanker di seluruh dunia. Ini menaikkan risiko dari 13 jenis kanker, termasuk kanker esofagus, kanker kolon, dan kanker pankreas, seperti halnya kanker payudara setelah menopause. Di Amerika Serikat, rata-rata orang mengalami masalah berat badan hampir 14% sampai 20% dari semua kanker yang menyebabkan kematian paea perempuan dan laki-laki.

Dapat disimpulkanm obesitas dapat meningkatkan risiko kanker dalam tiga langkah.  Pertama, lemak berlebih dalam tubuh dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin. Akibatnya, sel-sel Anda tidak dapat mengambil glukosa dengan benar, yang mendorong mereka untuk membelah lebih cepat.

Kedua, orang gemuk cenderung memiliki tingkat sitokin inflamasi yang lebih tinggi dalam darah mereka, yang menyebabkan peradangan kronis dan mendorong sel untuk membelah.

Ketiga, sel-sel lemak berkontribusi terhadap peningkatan kadar estrogen, yang meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium pada wanita pascamenopause.

Kabar baiknya adalah bahwa beberapa penelitian telah menunjukkan penurunan berat badan di antara orang yang kelebihan berat badan dan obesitas cenderung mengurangi risiko kanker. 0 NIZ