Minggu, 21 Oktober 2018

BNPB: 2.113 Tewas, 1.309 Hilang Akibat Gempa Sulteng

Ist.
Beritabatavia.com -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Tengah yang ditemukan mencapai 2.113 orang. 22 hari pascabencana, perekonomian pun disebut berangsur normal.

"Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik," tutur Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan tertulis, Ahad (21/10).

Ia menuturkan, korban meninggal dunia itu tersebar di Kota Palu sebanyak 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. "Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga," jelasnya serius.

Salah satu korban meninggal seorang warga Korea Selatan yang tewas direruntuhan Hotel Roa-Roa, Palu. Pencarian korban di reruntuhan hotel itu dihentikan sejak 8 Oktober. "Tidak benar, adanya berita dua orang warga Belanda juga jadi korban tewas tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa. Tim SAR gabungan dikoordinasikan Basarnas hanya menemukan satu jenasah warga Korea Selatan pada 4 Oktober,".

Sutopo menyebut percepatan pemulihan dampak bencana terus dintensifkan di Sulteng. Ketersediaan fasilitas pendukung sudah membuat perekonomian kembali normal pada 22 hari pascabencana. "Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. Sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi," urainya.

Sutopo menyoroti secara khusus soal pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat. "Masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26/10/2018. Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana," tuturnya.

Dicontohkan dengan pemulihan menara telekomunikasi atau BTS di Sulawesi Tengah sudah mencapai 96,1 persen dari total 3.519 BTS. Sementara, jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen. "Begitu juga dengan pasokan listrik. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan. Pelayanan listrik total mencapai 95 persen," ungkap Sutopo.

Di beberapa daerah, aliran listrik belum bisa dinikmati, Misalnya, di sebagian Kecamatan Sindue, Balaesang Tanjung, dan Sirenja, di Kabupaten Donggala. Di lokasi ini, listrik dipenuhi dengan pemakaian genset dan pemasangan instalasi listrik di lokasi pengungsi.

Selain itu, pasokan BBM pun sudah pulih. Sebanyak 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Itu dibantu pula dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU. 0 IRM