Senin, 22 Oktober 2018

Truk DKI Dihadang, Sampah Numpuk di Muara Baru

Ist.
Beritabatavia.com - Pengadangan beberapa unit truk sampah DKI Jakarta yang akan dikirim ke TPST Bantargebang oleh Pemerintah Kota Bekasi membuat sampah di beberapa Tempat Penampungan Sementara Sampah (TPSS) menumpuk. Akibatnya terjadi penumpukan sampah di TPSS Jalan Muara Baru Raya RT16 RW17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Tono, 48 tahun, petugas pengakut sampah di TPSS Muara Baru membenarkan terjadi peningkatan volume sampah sejak tiga hari lalu. "Biasanya tidak pernah sebanyak ini. Sejak kemarin mulai ditambah truk yang mengambil sampah dari sini," kata Tono saat ditemui di TPS Muara Baru, Senin (22/10/2018).

Menurut Tono, kalau hari-hari biasanya sampah menumpuk sekiyat 2-3 meter kubik, sejak tiga hari lalu meningkat menjadi 4-5 meter kubik. Untungnya, kata Tono, penghadangan dihentikan oleh Pemerintah Kota Bekasi dan truk sampah DKI dilepas dan kembali ke Jakarta.
"Tapi sekarang sudah tinggal sedikit. Tumpukan juga tinggal sekitar 2-3 meter," ujar Tono.

Setiap hari Tono mengirim dua sampai tiga bak sampah yang diambil dari Jalan Pluit Selatan, Pluit Barat, Gedung Panjang dan Pakin. “Hari ini tumpukan sampah telah jauh berkurang, karena telah diangkut sebagian,” kata Tono.

Sampah di TPSS Muara Baru menumpuk lantaran sedikitnya 50 truk sampah milik Pemerintah DKI Jakarta dihadang Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Penyebabnya, DKI belum mencairkan dana hibah kemitraan yang diajukan Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp 2 triliun.

Pemerintah DKI Jakarta tidak mengucurkan dana hibah karena menilai Pemerintah Kota Bekasi tak dapat menyerap laporan penggunan dana hibah tahun 2017. Tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI hanya mengucurkan dana kompensasi “bau sampah” untuk warga sekitar TPSP Bantargebang sebesar Rp 194 miliar. 0 TMP

Berita Terpopuler
Kamis, 15 November 2018