Jumat, 02 November 2018

Operasi Koq Rutin

Ist.
Beritabatavia.com -
Polri rutin menggelar operasi Zebra operasi Simpatik dan operasi Patuh setiap tahun. Tapi tak berdampak signifikan terhadap upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas. Efektifkah ?

Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan mengamanatkan Polri sebagai pelaksana Korps Lalu Lintas (Korlantas) bertugas untuk membina dan menyelenggarakan fungsi Lalu Lintas meliputi pendidikan masyarakat, penegakkan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor serta patroli jalan raya.

Upaya yang dilakukan merupakan rangkaian tindakan polisional dalam rangka pencegahan, penanggulangan, sekaligus penindakan terhadap gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Serta edukasi pentingnya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat.

Kepolisian juga dapat melakukan upaya secara gabungan dengan melibatkan instansi terkait. Bahkan, jika berdasarkan pertimbangan tertentu dan sesuai kebutuhan serta dianggap perlu, dapat dilaksanakan lewat operasi. Seperti kegiatan operasi Ketupat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan operasi Lilin untuk pengamanan Natal dan tahun baru. Tentu setiap operasi akan mengerahkan jumlah personil yang lebih besar dan dibutuhkan dukungan anggaran.

Pertanyaannya, apakah Operasi Zebra, Simpatik dan Operasi Patuh yang rutin digelar Korps Lantas Polri setiap tahun  sudah melalui pertimbangan tertentu dan sesuai dengan kebutuhan ?

Faktanya, pasca operasi rutin itu dilaksanakan, kondisi lalu lintas di tanah air tak berubah. Artinya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas.

Justru beragam permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan masih berada di jalan buntu. Keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi terbiarkan. Padahal potensi memicu terjadinya konflik, sementara respon pemerintah lamban. Bahkan terkesan seperti sedang beternak konflik sambal menunggu hasil ternaknya panen.

Begitu juga kemacetan, kesemrautan lalu lintas khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta masih menjadi unresolved risk atau permasalahan yang belum terselesaikan.
Akhir dari pelaksanaan operasi Zebra,Patuh dan Simpatik, Polri  hanya menyajikan angka sebagai   perbandingan jumlah pelanggar yang ditindak dengan tahun sebelumnya. Sambil  berharap pujian dan sanjungan karena berhasil menindak ribuan pelanggar lalu lintas yang dianggap sebagai prestasi. Padahal,  meningkatnya jumlah pelanggar yang ditindak adalah potret kegagalan. Justru , Polri akan sukses dan mendapat reward apabila tidak adalagi penindakan karena masyarakat sudah menjadikan tertib dan keselamatan lalu lintas sebagai kebutuhan yang wajib dilaksanakan.

Atas dasar itulah operasi Zebra, Patuh dan Simpatik dinilai kurang  efektif untuk membangun dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat. Anehnya, Polri justru menjadikan ketiga operasi tersebut sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Sehingga mencuat dugaan bahwa ketiga operasi tersebut bernuansa lain yaitu untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari denda tilang.

Sejatinya, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas bukan tujuan apalagi bermuatan target. Tetapi merupakan bagian dari penegakan hukum dalam upaya terciptanya Kamseltibcarlantas.

Pemeriksaan dan penindakan bertujuan untuk memastikan memastikan kendaraan bermotor yang digunakan sudah memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan. Serta memeriksa kelengkapan dokumen registrasi dan identifikasi pengemudi dan Kendaraan Bermotor maupun dokumen perizinan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Atau  upaya  pengungkapan perkara tindak pidana yang terkait dengan kendaraan bermotor.

Seluruh tindakan kepolisian, selain upaya pencegahan agar tidak melakukan pelanggaran yang kerap sumber pemicu terjadinya kecelakaan. Juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan berlalu lintas masyarakat.   Serta menjadi edukasi untuk memberikan pembelajaran bagi masyarakat bahwa tertib dan keselamatan lalu lintas adalah kebutuhan yang harus di taati.

Pemeriksaan hingga penindakan  adalah  menjadi tugas pokok dan fungsi setiap anggota Polantas dalam melaksanakan tugas rutin sehari hari. Bukan hanya dalam bentuk operasi seperti operasi Zebra,Simpatik dan Patuh.

Maka, sudah saatnya Polri melakukan evaluasi apakah operasi Zebra yang biasanya digelar menjelang akhir tahun dan operasi  Simpatik ketika memasuki Idul Fitri serta operasi Patuh jelang Ramadhan tetap diselenggarakan atau dihentikan. Komisi III DPR RI juga hendaknya meminta Polri untuk menjelaskan maksud dan tujuan serta manfaat ketiga operasi tersebut dalam upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas. O Edison Siahaan/presidium Indonesia Traffic Watch (ITW).

Berita Terpopuler
Selasa, 20 November 2018
Berita Lainnya
Senin, 10 September 2018
Sabtu, 08 September 2018
Rabu, 29 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Selasa, 10 Juli 2018
Minggu, 08 Juli 2018
Kamis, 05 Juli 2018