Minggu, 04 November 2018

Kisah Polwan Polri Bangun Masjid di Sudan

Ist.
Beritabatavia.com - Meskipun berada jauh hingga berjarak ribuan kilometer dari keluarga di negara asalnya. Bripka Dewi Suryani tidak merasa kesepian di tanah hitam, Darfur – Sudan. Tanah hitam adalah nama daerah tempat Dewi melaksanakan tugas mulia untuk menjaga perdamaian dunia. Justru saat bertugas Dewi membangun Masjid untuk masyarakat sekitarnya.
 
Seorang polisi wanita yang telah bertugas 9 bulan pada misi pemeliharaan perdamaian PBB di United Nations - African Union Hybrid Operation in Darfur (UNAMID) ini merupakan penugasan ke 2 kalinya bagi Dewi di Negara yang sama. Sebelumnya di tahun 2014  ia ditugaskan di wilayah Sector Central. Kemudian di tahun 2018, Dewi mendapatkan kepercayaan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk kembali bertugas sebagai Individual Police Officer (IPO).

Panggilan tugas ini mengharuskan Dewi untuk meninggalkan keluarganya tiga orang anak dengan usia antara 8 sampai 12 tahun. Dewi menitipkan ke tiga buah kasihnya kepada kepada keluarga besarnya dan ia juga harus meninggalkan untuk sementara tugasnya di Polda Sumatra Barat.

Setelah mendapatkan Pre Deployment Training (PDT) yang diselenggarakan oleh Divisi Hubungan Internasional Polri. Satuan kerja Polri dengan tugas pokok dalam bidang hubungan dan kerjasama internasional yang dikepalai oleh Irjen Pol. Drs. H.S. Maltha,SH, M.Si.

Selama kurang lebih 3 minggu. Dewi bersama beberapa rekannya melaksanakan kegiatan diantaranya pelatihan mengemudi, pengenalan misi PBB dan United Nations Core Value, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi dan simulasi kerja di ruangan Command Post Exercise (CPX) yang berpusat di Puslat Multi Fungsi Polri Cikeas, Bogor.

Dewi bersama seluruh anggota Polri yang terpilih harus melalui tahapan ini sebelum melaksanakan tugas pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Hingga kemudian  pada tanggal 28 Januari 2018, Dewi beserta 8 orang anggota Polri lainnya diberangkatkan oleh Kepala Biro Misi Internasional Polri Brigjen Pol. Krishna Murti, SIK, M.Si untuk menuju daerah tugas.

Pada misi yang ke 2 ini, Dewi ditugaskan di daerah Shangil Tobaya, 45 menit perjalanan menggunakan helikopter dari El Fasher yang merupakan pusat komando misi UNAMID.
Sebagai seorang muslim, ia turut merasakan bagaimana kesulitan masyarakat di tempatnya bertugas untuk melaksanakan ibadah. Meskipun sebagian besar atau mayoritas masyarakat Sudan merupakan pemeluk agama Islam.

Kemudian Dewi berkeinginan untuk membangun Masjid. Selain untuk mempermudah masyarakat untuk  melaksanakan ibadah.  Dewi juga menggunakan Masjid untuk tempat berkumpul dan membangun komunikasi serta melaksanakan kegiatan kemanusiaan sehingga dapat meminimalisir perselisihan.

Masjid yang dibangun oleh Dewi kemudian oleh tokoh Agama setempat memberikan nama Masjid dengan Ar Rahman. Dewi dan masyarakat setempat berharap agar nama Ar Rahman itu sesuai dengan artinya memberikan rahmat dan kasih sayang. Karena kasih saying dan rahmat akan memberikan perdamaian untuk masyarakat di wilayah Dewi bertugas.
“ Semoga masjid sesuai dengan namanya memberikan rahmat dan kasih saying,” kata Dewi. O son