Rabu, 07 November 2018

Pembangunan MRT Diperpanjang Tembus Ancol

Ist.
Beritabatavia.com - Pembangunan mass rapid transit (MRT) terus dipercepat. Selain mendorong MRT Bundaran HI-Lebak Bulus bisa beroperasi Maret tahun depan, pada saat sama pembangunan MRT fase dua juga dilakukan. Bahkan, tahap kedua ini rute bukan hanya dari Bundaran HI-Kampung Bandan, tapi langsung ke kawasan Ancol.

Kepastian ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat uji coba MRT dari Bundaran HI hingga Depo MRT Lebak Bulus, kemarin. Pembangunan MRT fase dua akan paralel dengan dimulainya pembangunan MRT fase tiga, atau MRT East-West (lintas Cikarang-Balaraja).

“Tentu saja setelah persetujuan dari DPRD DKI Jakarta. Sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk MRT berjalan sangat baik. Untuk timur barat, belum diputuskan kapan. Ini memang harus dilakukan,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta melanjutkan, butuh keberanian melakukan pembangunan moda transportasi massal seperti ini. Mengingat transportasi massal merupakan masa depan transportasi masyarakat untuk menghindari kemacetan kian parah. “Kalau kita tidak berani memutuskan kita tidak mengerti sebetulnya ada masalah, kendala, dan tantangan apa di situ,” lontar kepala negara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan akan mempercepat pembangunan MRT sesuai target operasi  pada Maret 2019. “Ya caranya kita percepat pembangunannya di fase dua. Arahan Pak Presiden saya kira sangat menantang yang mana Beliau menginginkan pembangunannya segera ke arah timur tepatnya Ancol. Dan itu segera kami realisasikan dari sisi sertifikasi dan uji coba ya,” ujarnya.

Rencananya untuk wilayah Jakarta pengoperasian MRT memanfaatkan tunnel atau terowongan. Sedangkan di luar wilayah Jakarta melalui jalur melayang atau elevated. “Tadi arahan Pak Presiden juga untuk koridor Timur-Barat kalau bisa dikerjakan relatif bersamaan dengan kegiatan yang sampai ke Ancol. Dari Cikarang-Balaraja itu 87 km,” ungkapnya.

Proyek MRT dimulai sejak tahun 2013 antara jalur utara dan selatan Jakarta. Sementara jalur Timur-Barat sedang dipelajari. Jalur Utara-Selatan, dibangun dalam dua fase, menghubungkan Kampung Bandan (di Jakarta Utara) dengan Lebak Bulus (di Jakarta Selatan), sepanjang 23,3 kilometer. Fase pertama, didanai melalui pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), bergabung ke dalam Japan International Cooperation Agency (JICA).

MRT Jakarta diperkirakan menelan biaya USD1,7 miliar. Pembangunan MRT diharapkan menjadi solusi kemacetan yang mendera ibu kota.
Untuk MRT rencananya akan terkoneksi dengan moda transportasi yang lain. Selain MRT, Jakarta juga mengembangkan light rail transit (LRT) dan bus rapid tansit (BRT) atau yang dikenal busway.

Terintegrasinya seluruh moda transportasi di Jakarta, kemarin juga menjadi penekanan Presiden, termasuk Kopaja dan angkot. Selain mengurai kemacetan, langkah ini sekaligus untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi di Jabodetabek.

Integrasi moda transportasi dimaksud saat ini tengah digodok Pemprov DKI Jakarta, Targetnya, integrasi bukan hanya secara fisik, tapi juga meliputi sistem pembayaran antarmoda, sehingga nantinya bisa di bawah satu entitas atau lembaga organisasi yang berbadan hukum.

Transportasi Jakarta memang harus terintegrasi antarmoda dan satu manajemennya, baik manajemen rute atau manajemen pembiayaannya. Menurutnya, hal tersebut akan memudahkan para penumpang warga Jakarta memanfaatkan transportasi publik. Dan untuk mencapai target 173.000 penumpang per hari, MRT harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, baik itu BRT ataupun non BRT.

Termasuk integrasi sistem pembayarannya. Apabila sistem pembayaran tidak terintegrasi, pelayanan transportasi masyarakat akan terisolasi dan men jadi mahal bagi warga Jakarta. ”Kita akan mengumumkan sistemnya pembiayaannya nanti setelah semua sudah terbentuk. Jadi kita ingin ini sebagai sebuah integrasi, tidak berdiri sendiri. Termasuk nanti pada harganya,” ujarnya.

Dalam uji coba MRT kemarin, Presiden berangkat dari Bundaran HI menuju Depo MRT di Lebak Bulus yang berjarak 16 km dan kemudian kembali lagi ke Bundaran HI. Proses pembangunan MRT sendiri sudah mencapai 97,08%. Ditargetkan, bulan Maret tahun depan MRT sudah beroperasi.

Tiba di Stasiun MRT Bundaran HI sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden langsung menuju peron keberangkatan. Perjalan an Presiden dari Stasiun MRT Bundaran HI ke Depo MRT Lebak Bulus ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Jumlah gerbong kereta yang dinaiki Presiden sebanyak 6 gerbong, dengan masing-masing berkapasitas 48 kursi, termasuk 6 kursi untuk ibu hamil dan lansia. Presiden menunjukkan kepuasannya dalam uji coba tersebut.

Dia memuji kualitas dan kenyamanan kereta yang saat itu dirinya naiki. Ia menyebut suara gerbong yang dinaikinya tidak berisik meski menempuh perjalanan dengan kecepatan 60 kilometer per jam. “Saat tadi kita naik dengan kecepatan 60 kilometer per jam suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar, dan menurut saya sangat bagus,” ujar Jokowi.

Menhub Budi Karya Sumadi juga menilai secara umum uji coba berjalan lancar. Kondisi MRT dinilai dalam kondisi sempurna. “Mudah-mudahan kedepannya juga lancar. Saya coba MRT dari tadi malam, saya pikir kualifikasinya bagus sekali. 15 menit saya berdiri keretanya sangat stabil. Pak Presiden tadi juga mengapresiasi bahwa apa yang ada di MRT begitu stabil. Ini menunjukkan persiapan-persiapannya sudah baik,” jelas dia. 0 SIO