Kamis, 08 November 2018

INDEF Ramal Pertumbuhan Kuartal IV 2018 Melambat

Ist.
Beritabatavia.com -
Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2018 diramal tidak mengalami akselerasi tinggi  seperti yang terjadi pada kuartal III 2018 yang berhasil mencapai 5,17 persen. Ekonomi Indonesia kuartal IV 2018 diprediksi hanya akan tumbuh di kisaran 5,1 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan pertumbuhan tersebut akan disokong konsumsi rumah tangga. Untuk itu pemerintah perlu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terutama pada momen Natal dan pergantian tahun nanti agar pertumbuhan tersebut bisa dicapai.

Menurutnya, seperti dilansir CNN, Kamis (8/11) ada potensi gejolak harga kebutuhan pokok khususnya beras saat perayaan dua momen tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya ancaman defisit beras lantaran tidak terjadi panen raya pada periode Oktober-Desember. "Ini harus diantisipasi bagaimana pemerintah supaya mereka punya instrumen stabilitasi harga beras sampai akhir tahun," kata Enny di Jakarta.

Selain harga kebutuhan pokok, pemerintah juga perlu mencermati dampak depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bisa mengerek inflasi atas barang impor (imported inflation). Enny mengatakan transmisi pelemahan rupiah terhadap harga bahan baku belum tampak pada triwulan II dan III 2018 kemarin.

Pasalnya, beberapa bahan baku masih menggunakan perhitungan harga lama. "Setelah tiga bulan, ini pasti juga akan dimasukkan kepada harga pokok produksi yang baru, sehingga ini yang harus diantisipasi ke depan bagaimana harga kebutuhan masyarakat tidak naik," imbuhnya.

Enny melanjutkan, gejolak harga minyak dunia akan menjadi tantangan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2018. Asal pemerintah memegang komitmen tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan penugasan, Enny yakin pertumbuhan ekonomi bisa dijaga pada kisaran 5,1 persen. "Kalau ini bisa dijaga, pertumbuhan di triwulan IV 2018 masih bisa di kisaran 5,1 persen lagi," ucap Enny.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada sepanjang kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen secara tahunan. Angka ini lebih kecil dibanding kuartal sebelumnya, yakni 5,27 persen. Namun pertumbuhan tersebut masih lebih tinggi dibanding kuartal III tahun lalu yang hanya 5,06 persen. 0 CNN
Berita Terpopuler
Sabtu, 17 November 2018