Minggu, 11 November 2018

Anugerah Pini Sepuh Paguyuban Pasundan bagi Jokowi

Ist.
Beritabatavia.com -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penganugerahan sebagai Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan di Gedung Paguyuban Pasundan Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11). “Sampurasun, Wilujeng enjing, kumaha damang? Didie singkuring lawasta, Kura lebi wargana hadi budi rangginpasasana,” lontar Presiden Jokowi menyampaikan rasa senang berada di Kota Bandung dalam bahasa Sunda.

Presiden tiba di halaman gedung yang berada di sisi Jalan Sumatera sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah masyarakat dan mahasiswa-mahasiswi Universitas Pasundan pun menyambut kedatangan Jokowi. Beberapa kesenian khas Pasundan juga ditampilkan antara lain musik gendang, angklung dan tari merak. Penganugerahan itu dilakukan dengan menyematkan kujang emas di pakaian beskap Presiden Jokowi.

Presiden juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penganugerahan Pinisepuh di Paguyuban Pasundan. “Ini penghormatan yang luar biasa bagi saya. Tadi Pak Gubernur menyampaikan bahwa saya sudah ke sini, mungkin yang dimaksudkan ke Bandung, lebih dari 30 kali,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, dirinya kalau ke Jawa Barat sudah lebih dari 1.500 kali. “Karena saya tinggal di Bogor, setiap hari keluar masuk dari Bogor ke Jakarta pagi, pagi-pagi nanti tengah malam kembali lagi ke Jawa Barat. Jadi kalau dihitung mungkin lebih dari 1.500 kali, pulang pergi- pulang pergi,” tambah Presiden disambut tertawa

Atas penganugerahan ini, tambah Presiden, dirinya juga merasa seperti di rumah sendiri. “Apresiasi, penghargaan yang tinggi karena keluarga Pasundan yang ramah kepada saya selama saya di Bandung, diterima dengan sangat-sangat terbuka. Di Jawa Barat juga sama, sangat ramah, sangat terbuka,” ujar Kepala Negara.

Jokowi dengan kerendahan hati memohon masukan-masukan, input-input kepada semua terutama dalam membangun provinsi Jawa Barat.
“Airport Kertajati, jalan Tol Bocimi yang masih dalam proses, insyaallah minggu depan separuhnya sudah kita resmikan. Karena saya pernah merasakan sendiri dari Jakarta ke Sukabumi itu memakan waktu 7 jam sebelum jadi Presiden, waktu masih jadi Gubernur,” jelas Presiden menjelaskan pentingnya jalan tol.

Presiden juga mengungkapkan bahwa dengan penduduk hampir 50 juta jiwa tentu membutuhkan perhatian khusus. “Ke depan, saya tadi sudah bisik-bisik dengan Pak Gubernur, dan kita bersama-sama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, bersama-sama membangun provinsi ini,” jelas Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Kepala Negara menyampaikan bahwa Indonesia negara besar dengan penduduk sekarang berjumlah 263 juta, 514 Kab/kota, 34 provinsi, dan puluhan ribuan pulau-17 ribu pulau. Salah satu kontribusi besar yang diberikan oleh anak bangsa adalah Ir. Juanda yang telah mempersatukan pulau-pulau yang ada negara ini adalah sebuah prestasi yang patut diberikan apresiasi.

“Sehingga kalau kita lihat, hampir di seluruh provinsi di seluruh kota yang namanya jalan besar ada yang namanya jalan Ir Juanda. Di mana-mana termasuk di Jawa Timur saja bandaranya/airport-nya namanya airport Insinyur Juanda. Ini sebuah penghargaan yang ringgi kepada beliau,” papar Presiden seperti dilansir laman Setkab.

Pada acara tersebut, Presiden juga menyampaikan Indonesia negara yang luas untuk itu perlu menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019 serta tidak melakukan ujaran kebencian.

Turut hadir dalam acara tersebut Agum Gumelar, Ginandjar Kartasasmita, Tjetje Hidayat, Haji Yusuf, Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus. Mantan gubernur Jawa Barat Solihin GP atau Mang Ihin.

Beberapa Menteri Kabinet Kerja jiga turut menyertai Presiden di antaranya Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menperin Airlangga Hartarto, Mensos Agus Gumiwang K, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, beserta Wakil Bupati maupun Wakil Wali Kota yang hadir.

"Pini sepuh itu berisi orang-orang yang penuh pengabdian dan berjasa bagi bangsa dan negara," kata Ketua Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, saat acara Penganugerahan Presiden sebagai Pini Sepuh Paguyuban Pasundan. Penghargaan serupa pernah diberikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Agustus 2015 oleh Paguyuban Pasundan yang didirikan pada 1913. 0 day