Jumat, 16 November 2018

Menkeu Prediksi Ekonomi Kuartal IV Melambat

Ist.
Beritabatavia.com -
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2018 akan berada di level 5,16 persen atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,19 persen.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut juga lebih lamban dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,17 persen. "Proyeksi Kementerian Keuangan untuk (pertumbuhan ekonomi) kuartal IV 2018 diperkirakan akan berada di sekitar 5,16 persen," ujar Menkeu Ani seperti dilansir laman CNNIndonesia, Jumat (16/11).

Ani mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV akan ditopang oleh konsumsi yang akan tumbuh lebih dari lima persen. Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berkontribusi positif mendekati tujuh persen.

Selain itu, pertumbuhan juga akan ditopang kinerja perdagangan internasional yang diharapkan akan lebih baik. "Jadi, pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun diperkirakan akan konstan di 5,17 persen atau dalam range 5,14 - 5,21 persen," ujarnya.

Meski pertumbuhan ekonomi tak mencapai target, tingkat inflasi tahun ini diperkirakan masih terjaga di level 3,3 persen atau di bawah asumsi APBN 3,5 persen. Per akhir Oktober 2018, inflasi sepanjang tahun berada di level 2,22 persen dan secara tahunan di level 3,16 persen.

Rendahnya tingkat inflasi diharapkan bisa menjaga tingkat konsumsi masyarakat. Selain itu, menurunnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga diharapkan bisa menopang stabilitas perekonomian.

Tercatat, hingga 13 November, rupiah menguat 2,18 persen dibandingkan bulan lalu. Namun, hingga 13 November 2017 mata uang Garuda telah merosot sekitar 10,1 persen.

Per hari ini, pelemahan rupiah sepanjang tahun telah membaik ke level 7,6 persen. Jika melihat nilai tukar efektif riil (RER) selama September-Oktober, lanjut Sri Mulyani, rupiah masih di bawah nilai fundamentalnya (undervalue).

Karenanya, ia memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat. Lebih lanjut, di sisa satu setengah bulan terakhir, pemerintah tetap waspada terhadap risiko ketidakpastian situasi ekonomi dan keuangan global. 0 CIO