Senin, 19 November 2018

Mantan Wartawan Tewas Dibunuh secara Sadis

Ist.
Beritabatavia.com - Nasib tragis menimpa Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi (43). Mantan wartawan Rakyat Merdeka, Indo Pos dan wartawan TV iNews ditemukan tewas mengenaskan. Korban dimasukkan dalam drum  plastik warna Biru di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11).

Jenazah pria ini ditemukan seorang pemulung berinisial SA (56), ketika mencari sampah di lokasi itu. Awalnya ia mengira, jika isi dalam drum tersebut adalah sampah. Namun, ketika dibuka, dirinya dikejutkan oleh sesosok mayat yang sudah terbujur kaku.

"Setelah dibuka, dia (pemulung sampah) kaget karena melihat mayat di dalam drum itu. Dia berteriak dan minta bantuan ke warga sekitar," ucap Kapolsek Klapanunggal Ajun Komisaris Polisi Bimantoro Kurniawan, Senin (19/11).

Bimantoro mengatakan berdasarkan kesaksian SA dan warga, saat ditemukan mayat pria tersebut mengenakan kaus berwarna putih dengan bercak darah. Saat itu dia ditemukan tewas tanpa identitas hingga akhirnya polisi dari Polsek Klapanunggal membawanya ke Pusdokkes Polri RS Bhayangkara R Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, untuk diidentifikasi dan diautopsi.

Di situlah, kata Bimantoro, identitas mayat tersebut diketahui. "Polsek Klapanunggal juga Bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Bogor untuk menangani Kasus tersebut," ujar Bimantoro

Dufi pernah bekerja sebagai wartawan di sejumlah media cetak. Meski tidak lagi berkiprah sebagai jurnalis, kini Dufi diketahui masih bekerja di salah satu stasiun televisi swasta. Dia diketahui sebagai alumni dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) angkatan 1993.

Adik Dufi, Muhammad Ali Ramdoni mengatakan, sang kakak sempat bekerja di sejumlah perusahaan media cetak maupun televisi. "Beliau yang kami tahu bergelut di bidang jurnalistik, entah advertising ataupun peliputan, karena karier beliau berawal dari jurnalis di harian Rakyat Merdeka," kata Doni setelah pemakaman Dufi di TPU Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

Setelah itu, Dufi melanjutkan kariernya di Indopos yang juga merupakan media cetak. Dufi mencoba peruntungan masuk industri televisi dengan bergabung dalam Berita Satu disusul iNews. "Untuk yang dua terakhir ini beliau merasa lebih tertantang di dunia marketing-nya. Nah beberapa tahun lalu, beliau minta izin berhenti dari tugasnya di iNews TV sebagai marketing," ucap Doni.

Dufi pun membuat usahanya sendiri di dunia periklanan sambil bekerja sebagai staf khusus Dewan Pengurus TVRI. Ia juga bekerja freelance di TV Muhammadiyah. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakoninya hingga ia ditemukan meninggal pada Minggu kemarin.

Doni menambahkan, Dufi tercatat sebagai alumni SMAN 13 Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Korban meninggalkan enam anak yang masih kecil-kecil dan satu orang istri. Korban telah dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara. 0 KAY