Senin, 19 November 2018

Bisnis Kartu Kredit Kian Sulit

Ist.
Beritabatavia.com -
 Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memperkirakan volume dan nilai transaksi kartu kredit hingga akhir tahun 2018 hanya mampu tumbuh dikisaran 5 persen. Hingga September 2018, volume transaksi kartu kredit hanya tumbuh 3 persen, nilai transaksi tumbuh sekitar 4 persen.

Bisnis kartu kredit kian lama kian sulit. Meski masih mampu tumbuh secara volume dan transaksi, jumlah kartu beredar hingga akhir tahun akan stagnan dibanding tahun lalu. "Kini makin banyak gunakan transaksi dengan kartu debit, juga fintech makin berkembang, sehingga orang makin banyak punya pilihan pembayaran," ujar Sekretaris Jenderal AKKI Steve Marta di Jakarta, Senin (19/11).

Selain karena berkembangnya transaksi pembayaran lainnya, lambatnya pertumbuhan transaksi kartu kredit. Diperkirakan volume maupun nilai transaksi kartu kredit hingga akhir tahun ini bakal meningkat sekitar 5 persen. "Pertumbuhan kartu kemungkinan stagnan, tapi volume dan nilai transaksi kemungkinan masih bisa tumbuh di kisaran 5 persen," terang dia.

Berdasarkan data BI, volume transaksi kartu kredit hingga September mencapai 243,56 juta, hanya naik 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara nilai transaksi kartu kredit tercatat sebesar Rp228,78 trilun, naik 4,12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, jumlah kartu kredit yang beredar pada September hanya bertambah 319.365 kartu dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 17,22 juta kartu.

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyebut hingga September 2018, transaksi kartu kredit meningkat 9 persen secara tahunan. Padahal, pada tahun lalu, pertumbuhannya masih berada dikisaran 20 persen. "Total transaksi kartu kredit kami tumbuh sekitar 9 persen," jelas dia. 0 BIS