Rabu, 05 Desember 2018

Dikeluhkan, Kemacetan di Jalan DI Panjaitan Kian Parah

Ist.
Beritabatavia.com -
Penguna jalan kerap mengeluhkan keberadaan pintu keluar tol Cipinang tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), yang sejak beberapa lama ini dilakukan uji coba. Pasalnya, akibat keberadaan exit tol itu, membuat Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, kerap macet setiap hari.

Kemacetan yang terjadi setiap pagi saat hari kerja, disebabkan penyempitan jalan akibat mobil yang turun dari Tol Becakayu. Jalur yang awalnya hanya dua, harus dipersempit dengan mendahulukan kendaraan yang turun dari jalan bebas hambatan itu. Akibatnya, kemacetan sepanjang 3 kilometer atau hingga UKI kerap terjadi.

Yahya Abdulah, 41, pengguna jalan mengatakan, keberadaan pintu keluar tol Becakayu yang menjadi penyebab kemacetan selama ini. Pasalnya, jalur yang disiapkan terkesan dipaksakan karena mengambil satu lajur arteri yang ada. “Turun tol langsung motong jalur, makanya jadi macet seperti ini. Yang pusing ya kami ini,” katanya, Rabu (5/12).

Menurut Yahya, sebelum jalan tol jadi ketika dalam tahap pengerjaan, kemacetan malah tak parah seperti sekarang. Pasalnya, saat ini antrian kendaraan biasanya terjadi hingga di depan UKI yang panjangnya mencapai 3 kilometer. “Dulu waktu masih ada pekerjaan masih aman-aman saja. Sekarang jalan tol sudah jadi malah jadi biang macet,” ujarnya.

Atas hal itu, Yahya berharap ada lagi kajian yang harus dilakukan pihak kontraktor Becakayu yang dalam hal ini KKDM yang merupakan anak perusahaan PT. Waskita. Dengan kembali mengkaji pintu keluar diharapkan bisa mengatasi macet yang sudah hampir sebulan lebih terjadi. “Kami pengendara motor yang terkena imbas macet akibat pembangunan tol Becakayu,” terangnya.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin mengakui, penyebab kemacetan utama di Jalan DI Panjaitan adalah keberadaan pintu keluar tol tersebut. Karena itu, pihaknya setiap hari menyiagakan petugas untuk membantu mengurai kemacetan yang ada. “Dua tim kami siagakan petugas di lokasi itu,” ujarnya.

Menurut Sutimin, kemacetan yang terjadi disebabkan empat faktor. Pertama hilangnya jalur lambat yang sebelumnya ada, keberadaan halte busway, putaran ke arah Kebon Nanas dan pintu keluar tol. “Akibatnya di jalur yang hanya tersisa dua, membuat tak mampu menampung kendaraan yang ada,” terangnya. 0 PKO