Kamis, 06 Desember 2018

Pasca Lombok, Gempa Guncang Mataram

Ist.
Beritabatavia.com - Giliran Mataram NTB diguncang gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter, pada Kamis (6/12/2018) pukul 08.02 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, lokasi gempa berada pada titik koordinat 8.37 Lintang Selatan (LS) - 116.06 Bujur Timur (BT), terletak di kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa berjarak 23 kilometer sebelah barat latu kota Mataram dengan kedalaman 10 kilometer. "Tepatnya di 23 kilometer barat laut Kota Mataram, pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, Kamis (6/12).

Pusat gempa berada pada 23 km Barat Laut Mataram. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa menyusul gempa tersebut.  Akibat gempa bumi itu, para wisatawan dan karyawan hotel di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, berhamburan keluar dari gedung hotel.

Bahkan, para siswa sekolah dasar yang berada di sepanjang jalur kawasan wisata Senggigi hingga Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara tampak panik dan berkumpul di halaman sekolah. Pasien di Puskesmas Malaka juga dievakuasi keluar dari gedung.

Seluruh siswa di Kota Mataram dan sekitarnya juga dipulangkan lebih awal akibat gempa bumi yang melanda Pulau Lombok itu. "Kebijakan ini kami ambil untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan antisipasi gempa susulan," kata M Amin salah seorang guru di SDN 25 Mataram seperti dilansir Antara.

Amin mengatakan, saat gempa terjadi anak-anak sedang berada di dalam ruangan dan mengerjakan soal ulangan semester ganjil. Begitu terjadi gempa anak-anak dan guru langsung berhamburan keluar ruangan menuju lapangan sekolah. "Banyak anak-anak yang menagis juga, karena masih trauma kejadian gempa di bulan Agustus lalu," katanya.

Dari hasil pantauan setelah terjadinya gempa terlihat rata-rata kondisi serupa terjadi di semua tingkatan sekolah yang ada di Kota Mataram, mulai dari tingkat TK/SD/SMP maupun SMA/SMK sederajat. Bahkan di perguruan tinggi sekalipun, salah satunya di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, yang mahasiswanya juga pada lari berhamburan keluar menuju titik kumpul evakuasi.

Sebelumnya pada 5 dan 19 Agustus 2018, gempa berkekuatan besar melanda Lombok NTB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi 12 gempa sejak Minggu siang kemarin hingga Senin pagi ini, 20 Agustus 2018. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tercatat 460 orang meninggal dunia akibat gempa Lombok per 15 Agustus 2018.

Gempa Lombok ini setidaknya juga menyebabkan 7.773 orang luka-luka, yang terdiri atas 959 luka berat dirawat inap dan 6.774 luka ringan. Selain itu, 417.529 orang terpaksa mengungsi ke ribuan titik lokasi pengungsian. 0 DAY